Monday, February 9, 2026
spot_img
HomeLainnya5 Istilah Bahasa Tionghoa yang Sering Dipakai di Indonesia

5 Istilah Bahasa Tionghoa yang Sering Dipakai di Indonesia

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Dalam pergaulan, banyak istilah bahasa asing yang sering digunakan. Salah satu yang kerap dipakai di Indonesia adalah kata berbahasa Tionghoa. Karena etnis Tionghoa yang datang ke Indonesia berasal dari wilayah Fujian dan Guangdong,  banyak istilah maupun dialek Hokkian dan Kanton yang diucapkan.

Berikut adakah iIstilah-Istilah dalam bahasa Hokkian (Tionghoa) yang sering dipakai dalam percakapan bahasa Indonesia.

 

Cuan

Cuan memiliki arti untung secara finansial, makanya kata itu kerap digunakan untuk membahas bisnis. Istilah cuan juga digunakan dalam film Filosofi Kopi di mana tokoh utamanya, Ben dan Jody, gemar mengucapkan istilah itu hingga akhirnya populer di berbagai konten, contohnya iklan produk dan jasa.

 

Koko dan cici

Ini merupakan sapaan khas untuk laki-laki dan perempuan. Sebutannya bermacam-macam, untuk laki-laki bisa menggunakan istilah engkoh atau koh, sedangkan perempuan bisa menggunakan encik, tacik, atau cik.

Uniknya lagi, istilah koko ini juga dikaitikan dengan busana Muslim. Baju koko adalah produk asimilasi budaya Tionghoa dengan Islam.



Gue/loe

Dua kata di atas sangat identik dengan Jakarta. Kamu tahu tidak, gue dan loe berasal dari bahasa Tionghoa. Gue berasal dari bahasa Hokkian, gua, yang artinya “aku”. Begitu juga dengan kata loe yang bermakna “kamu”. Baik “gue” dan “gua” telah “dinaturalisasi” menjadi bahasa Indonesia.

 

Cepek, gopek, goceng

Warga Tionghoa lekat dengan profesi pedagang dan pebisnis. Karena itu, istilah dalam dunia keuangan banyak juga yang menggunakan bahasa Tionghoa, misalnya cepek (seratus), gopek (lima ratus), goceng (lima ribu). Cepek dan gopek telah diserap ke dalam Bahasa Indonesia.

 

Hoki

Menjelang Tahun Baru Imlek, istilah hoki sering dipakai untuk menggambarkan peruntungan nasib. Dalam bahasa Hokkian, bacaan sebenarnya adalah “hok-khi”, yang berarti peruntungan nasib secara keseluruhan. Kata ini telah diserap dalam bahasa Indonesia.

 

For your information, bahasa Tionghoa, khususnya Hokkian, menjadi salah satu dari 10 bahasa asing yang banyak diserap dalam bahasa Indonesia. Bahasa asing lain yang kerap dipergunakan dalam bahasa Indonesia yaitu Arab, Belanda, Jepang, Inggris, Arab, Sansekerta/Jawa Kuno, Portugis, Tamil, Persia, dan Hindi.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Solo Full Energi! 35 Kabupaten/Kota Tumpah Ruah di FORDA Jateng, Aksi Battle Dance Curi Perhatian di CFD!

Soloevent.id - Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 digelar pada 5 hingga...

5 Artis Indonesia yang Suka Lari Maraton: Dian Sastrowardoyo Hingga Gisella

Soloevent.id - Dibandingkan dengan jenis olahraga lain, lari dikenal sebagai olahraga paling ekonomis dan...

Rapma FM Rayakan Milad ke-28 Lewat Rapmafest #12

Soloevent.id - Surakarta, 3 Agustus 2025 – Rapma FM, radio komunitas di bawah naungan...