Wednesday, June 3, 2026
HomeSeni dan Budaya3 Tari Tradisional Jawa Tengah Yang Terkenal

3 Tari Tradisional Jawa Tengah Yang Terkenal

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Jawa Tengah punya banyak karya adiluhung. Salah satunya adalah tarian tradisional. Ngomong-omong soal tari tradisional, berikut tiga tari tradisional Jawa Tengah yang terkenal.

1. Tari Bedhaya Ketawang

Bedhaya Ketawang diambil dari “bedhaya” yang artinya penari wanita dan ‘ketawang’ yang berarti langit. Bila disatukan mengandung arti penari wanita dari istana langit. Tari ini identik dengan sesuatu yang tinggi, keluhuran, dan kemuliaan. Tari Bedhaya Ketawang menjadi tarian sakral karena menyangkut konsep Ketuhanan.

Tari tradisional ini erat kaitannya dengan Ratu Kidul. Peracaya enggak percaya nih, bila ada yang menarikan ini, maka Nyi Roro Kidul akan menghadiri tarian tersebut dan ikut menari. Biasanya tarian ini ditarikan oleh  sembilan wanita. Jumlah pemain melambangkan Wali Songo.

Busana para penari biasanya menggunakan baju basahan. Para penari pun diusahakan tidak dalam keadaan haid. Untuk mengiringi tarian ini, biasanya dilantunkan Gending Ketawang Gedhe.

 

2. Tari Bondan Payung

Ciri khas tarian ini adalah para penari yang selalu membawa payung, boneka bayi, dan kendi. Tari ini dikatakan unik karena berbagai gerakannya menceritakan tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak bayinya.

Para penari Bondan wajib mengenakan pakaian adat  a la gadis desa di Jawa. Untuk tari Bondan Cindogo dan Bondan Mardisiwi, para penari harus mengenakan busana berupa kain yang di-wiru, baju kotang, jamang, dan properti tari berupa kain jarit, kendi, payung kertas, serta boneka.

Sedangkan untuk tari Bondan Tani, para penari lazimnya mengenakan topi caping, menggendong tenggok, dan membawa alat-alat pertanian seperti sabit atau golok. Tari tradisional ini kini menjadi sangat populer dan sering dipentaskan dalam berbagai kesempatan. Musik yang digunakan adalah Gending.

 

3. Tari Gambyong

Tarian ini merupakan salah satu bentuk tarian Jawa klasik yang berasal-mula dari wilayah Surakarta dan biasanya dibawakan untuk pertunjukan, menyambut tamu, dan memasuki musim panen padi.

Nama Gambyong diambil dari salah satu penari tempo dulu yang termahsyur. Ia memiliki suara merdu dan tubuh lentur. Berkat bakatnya itu, penari bernama lengkap Sri Gambyong itu dikenal banyak orang.

Penari Gambyong biasanya memakai kostum kemben sebahu dilengkapi dengan selendang. Saat menarikannya, penari diiringi gamelan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...