Soloevent.id – Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall Solo Baru pada Jumat (15/5/2026). Acara ini menampilkan serangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, pemutaran video teaser, pengenalan tentang Solo Batik Carnival, mini talkshow, pertunjukan prototype SBC ke-17, penampilan peserta Solo Batik Carnival ke-17, hingga penutupan dengan flashmob.
Acara dimulai dengan mini talkshow yang menghadirkan narasumber yaitu Ade Sugriwa (CEO Solo Batik Carnival 17) dan Ade Putra (Art director SBC 17). Para narasumber menjelaskan sedikit bocoran tentang gelaran Solo Batik Carnival ke-17.
Ade Putra Selaku Art Director SBC 17 mengatakan, “Tema besar Solo Batik Carnival ke-17 tahun 2026 adalah Pitoelas yang bermakna Pitulungan Lan Welas Asih (kepedulian dan kebersamaan). Jadi ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kota Solo terutama terhadap UMKM kota Solo yang akan kita representasikan pada empat defile utama SBC kali ini,” ujarnya.

Tahun ini, SBC ke-17 menampilkan empat defile utama, antara lain Pitoelas, Rinengga Kurung, Prasathi Jati dan Blangsreng Kawibawa. Ini merupakan ikon utama dalam pagelaran budaya Solo Batik Carnival ke-17.
Defile pertama Pitoelas merupakan gabungan dari tiga defile yang menggambarkan perjalanan dan kekuatan. Rinengga Kurung menampilkan kostum dan busana dengan unsur ornamen kerajinan tangan sangkar burung dari Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Prasathi Jati menyoroti nilai-nilai sejarah dan filosofis yang diukir atau ditinggalkan oleh leluhur Nusantara, layaknya sebuah prasasti yang menjadi simbol identitas, jati diri dan warisan budaya bagi generasi penerus dan Blangsreng Kawibawa yang melambangkan perpaduan energi dinamis dan kharisma yang agung. Kostum dalam defile ini biasanya didominasi oleh warna putih, abu-abu, dengan sentuhan merah dan emas yang memancarkan pesona serta wibawa budaya yang elegan.
Tahun ini juga sedikit unik karena setiap detail kostum merupakan representasi dari produk unggulan tiap kecamatan Kota Solo. Serengan dengan industri shuttlecock bulutangkis diolah menjadi ornamen artistik pada bagian mahkota, Mojosongo dengan sruktur rangka kostum terinspirasi dari konstruksi sangkar burung yang kokoh dan estetis, Banjarsari dengan elemen kayu dengan ukiran khas mebel menghiasi detail kostum dan Laweyan dengan motif lukisan bunga pada gaun menggambarkan kreativitas lukis kain dan penggunaan Batik Truntum yang ikonik.
Acara dilanjutkan dengan penampilan tiga Prototype SBC ke-17 Rinengga Kurung (Alfan Aria), Prasathi Jati (Mirza ramadhan) dan Blangsreng Kawibawa (Ade Putra). Lalu, ada penampilan para peserta Solo Batik Carnival ke-17. Kegiatan Pre-Event 1 Solo Batik Carnival ke-17 juga dimeriahkan beberapa pengisi acara, di antaranya Tari Grup Bhavana Seni, Tari Grup Swarnadipa Dancers, Solo Vocal Filadelfia dan Mahika. Selain dimeriahkan pengisi acara, terdapat pula flashmob diikuti seluruh volunteer Solo Batik Carnival 17.





