Soloevent.id – Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman seni dari berbagai penjuru Nusantara. Dengan mengusung tema “Swarna Bumi Bahari”, festival ini akan diramaikan oleh puluhan delegasi seni yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.
Para delegasi yang telah melalui proses kurasi akan tampil dalam dua hari pelaksanaan festival dan menyuguhkan beragam pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional kreasi kontemporer hingga ekplorasi seni berbasis kearifan lokal. Setiap penampilan menjadi representasi kekayaan budaya daerah sekaligus interpretasi dari tema besar yang mengangkat kejayaan maritim dan keindahan Nusantara.
Beberapa penampil unggulan akan membawakan karya bertema bahari dan kerakyatan antara lain, Semarak Candra Kirana Art Center (Solo) akan membawakan tarian “Wara Zapin”. Sebuah karya yang menggabungkan estetika gerak Melayu dengan semangat kebersamaan masyarakat pesisir. Miroton dance (Bangkalan) akan membawakan karya berjudul “Ghadhu” yang secara spesifik memotret filosofi hidup dan ketangguhan masyarakat di Pulau Madura. Sanggar Tari Greged (Pasuruan) membawakan “Tari Ngojung”, sebuah tarian ritual yang sangat kental dengan kepercayaan lokal dalam meminta berkah alam.

Sebelumnya juga telah digelar temu media dan wilujengan yang menghadirkan perwakilan delagasi yaitu Damar Art (Banyuwangi, Jawa Timur), Sanggar Seni Budaya Al Farabi (Bulukumba, Sulawesi Selatan) dan Lembaga Inisiasi Flowmotion Indonesia (Gunung Kidul, DIY).
Salah satu perwakilan dari Komunitas Damar Art Banyuwangi, Rangga mengatakan, “Kami dari komunitas Damar Art yang mana anggotanya semua anak-anak muda yang menyukai kesenian. Dalam SBI kali ini, kami akan menampilkan karya tari tradisi yang terinspirasi dari kisah Dewi Sri Tanjung tentang asal mula Banyuwangi,” ujarnya kepada para media di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Kamis (7/5/2026).
Melalui partisipasi 26 delegasi dari 23 daerah, Semarak Budaya Indonesia 2026 diharapkan mampu memperkuat semangat pelestarian budaya sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan seni Nusantara.





