Monday, September 21, 2026
HomeMusikFloat hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan deretan musisi jazz lokal hingga nasional. Line up tahun ini mencakup Float, Efek Rumah Kaca, Margie Segers, Pilipe Solo Jazz Activity, Aditya Ong Quartet, Sandhy Sondoro, Pung & Friends (Jazz ing Triwindu), serta Utara. Kehadiran nama-nama tersebut menegaskan posisi Solo City Jazz sebagai salah satu acara musik yang menampilkan perpaduan musisi lintas generasi.

Tahun ini, SCJ juga menjadikan dua nama besar sebagai magnet utama yaitu Efek Rumah Kaca (ERK) dan Float. Kombinasi unik ini diharapkan menciptakan kolaborasi antarpenggemar, di mana fans jazz dapat menikmati penampilan rock-pop dari ERK dan Float, sebaliknya penggemar kedua band tersebut dapat merasakan vibes khas jazz Kota Solo.

Pihak penyelenggara Wenny Purwanti, bersama Gideon Momongan dan Ibonk Indrawan menyampaikan bahwa keberlangsungan SCJ terjadi berkat semangat masyarakat Solo yang terus menginspirasi mereka.

“Meski tak luput dari kekurangan, setiap penyelenggaraan selalu menjadi langkah perbaikan menuju level yang lebih tinggi. Mulai tahun ini, SCJ yang sebelumnya gratis resmi menjadi event berbayar dengan harga tiket terjangkau. Perubahan ini menandai upaya bersama agar SCJ dan penontonnya saling menghargai, sekaligus menempatkan festival ini sebagai agenda musik bergengsi di Solo”, ujarnya.

Untuk itu, seperti edisi sebelumnya, kursi kembali disediakan bagi pengunjung yang ingin menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman. Pengaturan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan rentang usia penonton yang luas.

SCJ dimulai sejak 2009. Sejak awal tujuan utama SCJ adalah menjadi tontonan jazz berskala festival yang menjadi agenda tetap tahunan di Kota Solo. Perjalanan SCJ adalah cerita tentang kegigihan, semangat kolaborasi, dan cinta pada musik jazz. Bagi penyelenggara, keberhasilan bukan diukur dari besar kecilnya panggung, melainkan dari konsistensi menghadirkan festival ini sebagai identitas kota Solo. SCJ 13 kembali membuktikan bahwa jazz bukan sekadar genre musik, tetapi juga sebuah semangat yang menyatukan lintas generasi, lintas genre, dan lintas komunitas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...