Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPotret Keberagaman dalam Barongsai Tripusaka

Potret Keberagaman dalam Barongsai Tripusaka

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Selain lampion, yang kerap dijumpai waktu Tahun Baru Imlek adalah pertunjukan barongsai. Di Solo, ada kelompok barongsai dan liong berprestasi bernama Tripusaka.

Meski barongsai merupakan budaya Tionghoa, tetapi mayoritas personel Tripusaka beretnis Jawa dengan beragam keyakinan. Sarjanto salah satunya. Dia bergabung sejak tiga tahun lalu. Sarjanto mengaku sangat menikmati profesinya karena bisa berolahraga dan menghibur masyarakat secara bersamaan.

“Barongsai itu juga olahraga, murni menggunakan tenaga dan pikiran, bisa bikin badan sehat. Bahkan, barongsai sudah masuk cabang olahraga di PON [Pekan Olahraga Nasional],” ungkapnya kepada Soloevent sehabis tampil di SD Warga Surakarta, Selasa (21/1/2020).

Sebagai seorang Muslim, menjadi pemain barongsai bukan menjadi masalah baginya. Karena di mata Sarjanto, barongsai merupakan produk budaya. Sewaktu ada jadwal tampil, ia tetap diberi waktu untuk bisa menjalankan ibadah.

Pembina kelompok Tripusaka Adjie Chandra merasa bangga karena anak didiknya berasal dari berbagai etnis dan agama. Dari 70 anak didiknya, hampir 95% berasal dari etnis Jawa. “Ini berarti permainan barongsai sudah bisa diterima di semua lapisan masyarakat,” ucapnya. Dia berseloroh sekarang ini etnis Jawa justru lebih pandai bermain barongsai daripada orang Tionghoa.



Adjie menerangkan pertunjukan barongsai memiliki tiga fungsi, yaitu ritual, olahraga, dan hiburan. “Jika untuk keperluan ritual, mau tidak mau mereka harus ikut. Meski ritual itu dipimpin dengan cara Konghucu, tapi saya selalu bebaskan mereka berdoa sesuai keyakinan masing-masing,” tambahnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...