Tuesday, April 28, 2026
HomeSeni dan BudayaBubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi oleh sejumlah tradisi atau kebiasaan unik, seperti Meugang atau memasak daging (Aceh), Nyorog atau berbagi makanan (Betawi), Padusan (Jawa) dan Malamang atau membuat lemang (Sumbar), hingga buka puasa bersama. Di Solo, misalnya, tepatnya di Masjid Darussalam yang berada di Kelurahan Jayengan, terdapat tradisi unik membagikan bubur khas Kalimantan, yakni bubur samin, sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Tradisi yang hanya digelar saat bulan Ramadhan ini sudah dilakukan sejak tahun 1980-an.

Bubur Samin sendiri merupakan bubur olahan dibuat dari beras, rempah-rempah, macam-macam sayuran, daging, dan minyak samin. Keistimewaan bubur samin terletak pada penggunaan minyak samin, yakni minyak yang berasal dari olahan lemak kambing. Minyak ini dipercaya memberikan rasa khas, sekaligus membuat tubuh terasa hangat setelah menyantapnya.

Proses pembuatan bubur samin ini memakan waktu kurang lebih 4 hingga 5 jam. Selain itu, orang yang memasak bubur samin ini merupakan turun temurun warga Banjar Kalimantan yang sudah tinggal lama di Kota Solo. Resep yang dibuat juga rahasia asli sejak dulu untuk tetap mempertahankan cita rasa yang khas.

Pada 1985–1987, bubur samin dimasak masih sekira 10 hingga 15 kilogram per hari. Kini jumlahnya telah meningkat drastis menjadi 45 hingga 50 kilogram per hari, setara dengan 1.100 hingga 1.200 porsi.  Adapun dari jumlah itu, sebanyak 150 porsi dibagikan untuk jemaah yang berbuka puasa di masjid, sementara sisanya dapat dibawa pulang. 

Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam Solo (Jayengan) untuk Ramdhan 2026, Ma’yasin mengatakan, “Tahun ini kami masih menggelar tradisi rutin bulan Ramadhan yaitu pembuatan bubur samin. Per hari kami menghabiskan 50 kilogram beras dari tahun ke tahun selalu meningkat. Semua kami bagikan gratis kepada masyarakat, banyak yang datang dari berbagai kota mungkin sekedar penasaran. Pernah juga ada yang datang dari Singapura kesini,” ujarnya kepada soloevent, Minggu sore (8/3/2026).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

More like this

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...