Wednesday, July 22, 2026
HomeSeni dan BudayaBubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi oleh sejumlah tradisi atau kebiasaan unik, seperti Meugang atau memasak daging (Aceh), Nyorog atau berbagi makanan (Betawi), Padusan (Jawa) dan Malamang atau membuat lemang (Sumbar), hingga buka puasa bersama. Di Solo, misalnya, tepatnya di Masjid Darussalam yang berada di Kelurahan Jayengan, terdapat tradisi unik membagikan bubur khas Kalimantan, yakni bubur samin, sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Tradisi yang hanya digelar saat bulan Ramadhan ini sudah dilakukan sejak tahun 1980-an.

Bubur Samin sendiri merupakan bubur olahan dibuat dari beras, rempah-rempah, macam-macam sayuran, daging, dan minyak samin. Keistimewaan bubur samin terletak pada penggunaan minyak samin, yakni minyak yang berasal dari olahan lemak kambing. Minyak ini dipercaya memberikan rasa khas, sekaligus membuat tubuh terasa hangat setelah menyantapnya.

Proses pembuatan bubur samin ini memakan waktu kurang lebih 4 hingga 5 jam. Selain itu, orang yang memasak bubur samin ini merupakan turun temurun warga Banjar Kalimantan yang sudah tinggal lama di Kota Solo. Resep yang dibuat juga rahasia asli sejak dulu untuk tetap mempertahankan cita rasa yang khas.

Pada 1985–1987, bubur samin dimasak masih sekira 10 hingga 15 kilogram per hari. Kini jumlahnya telah meningkat drastis menjadi 45 hingga 50 kilogram per hari, setara dengan 1.100 hingga 1.200 porsi.  Adapun dari jumlah itu, sebanyak 150 porsi dibagikan untuk jemaah yang berbuka puasa di masjid, sementara sisanya dapat dibawa pulang. 

Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam Solo (Jayengan) untuk Ramdhan 2026, Ma’yasin mengatakan, “Tahun ini kami masih menggelar tradisi rutin bulan Ramadhan yaitu pembuatan bubur samin. Per hari kami menghabiskan 50 kilogram beras dari tahun ke tahun selalu meningkat. Semua kami bagikan gratis kepada masyarakat, banyak yang datang dari berbagai kota mungkin sekedar penasaran. Pernah juga ada yang datang dari Singapura kesini,” ujarnya kepada soloevent, Minggu sore (8/3/2026).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...