Wednesday, March 4, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMeski Zaman Berganti, Perayaan Sekaten Selalu Dinanti

Meski Zaman Berganti, Perayaan Sekaten Selalu Dinanti

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Tujuh hari menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat selalu mengadakan perayaan yang disebut Sekaten.

Buat kamu yang tinggal di Solo dan Yogyakarta pastinya enggak asing lagi, dong, sama acara ini? Sekaten biasanya digelar di Alun-Alun Utara Keraton.

Kali ini, Soloevent mau sedikit membahas soal Sekaten.

Asal-usul istilah Sekaten

Penamaan Sekaten ternyata punya dua versi. Versi pertama, istilah “sekaten” diambil dari bahasa Arab, “syahadatin”. Syahadat adalah kalimat yang harus dibaca oleh seseorang ketika ingin memeluk Islam. Kala itu, Wali Songo saat menyebarkan Islam, membikin Sekaten sebagai tempat menyalurkan ajaran-ajaran Islam.

Versi kedua berasal dari bahasa Jawa, “sakati”, yang bermakna dua perangkat gamelan. Oleh Keraton, sepasang gamelan tersebut dibunyikan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dua gamelan Keraton Kasunanan Surakarta dinamai Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Sedangkan sepasang gamelan Keraton Kesultanan Ngayogyakarta diberi nama Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Kiai Guntursari. Gamelan-gamelan tersebut akan dibunyikan ketika sebagai penanda dimulainya Sekaten.

Pesta rakyat dan budaya

Pergelaran Sekaten menjadi ajang pesta rakyat  dan budaya. Di zaman sekarang, perayaan Sekaten sering dimeriahkan dengan wahana permainan seperti kora-kora, bianglala, komidi putar; dan ada juga kuliner khas, misalnya Es Dawet Pak Mbolon, arum manis.

Saat perayaan Sekaten, kamu juga bisa menyaksikan ditabuhnya gamelan pusaka Keraton. Gamelan itu hanya ditabuh di waktu-waktu tertentu, lo.

Banyak mainan tradisional di Sekaten

Sekaten juga identik dengan mainan tradisional. Kamu bisa menemui permainan tradisional yang mungkin sudah jarang ditemui, seperti celengan gerabah, pasaran, gasing, kapal othok-othok, dan lain-lain. Wah, bisa nostalgia, nih, sama masa kecil.



Gunungan Sekaten

Sebagai puncak Sekaten, Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kesultanan Ngayogyakarta selalu menggelar Grebeg Maulud. Acara ini ditandai dengan dikirabnya dua gunungan, yaitu  Gunungan Jaler (laki-laki) dan Gunungan Estri (perempuan).

Gunungan diarak dari keraton menuju Masjid Agung. Setelah didoakan, gunungan langsung direbutkan oleh masyarakat. Mereka bahkan rela berdesakan demi mendapatkan isi gunungan yang dipercaya membawa berkah.

Tradisi Sekaten masih berlangsung hingga sekarang

Meski zaman telah berubah, tradisi Sekaten selalu ada di tiap tahun. Di era sekarang, Sekaten selalu diramaikan dengan pasar malam.

Tahun ini kamu bisa menikmati pesta rakyat wong Solo ini di Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul Keraton Surakarta. Di Alun-Alun Utara kamu bisa membeli permainan tradisional hingga jajan kuliner khas Sekaten. Sedangkan di Alun-Alun Selatan, kamu bisa menjajal beragam wahana ala pasar malam.

Perayaan Sekaten bakalan berlangsung mulai 12-20 November.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...