Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSIPA 2018 Gelorakan Pesan Kebersamaan dalam Keindahan Seni

SIPA 2018 Gelorakan Pesan Kebersamaan dalam Keindahan Seni

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Pembukaan Solo Internasional Performing Arts (SIPA) 2018 berlangsung meriah. Salah satu event seni pertunjukan di Kota Solo ini resmi dibuka dengan pemukulan kenong oleh Direktur SIPA, Wakil Wali Kota Solo, Kepala Bekraf, dan Kementerian Pariwisata, Kamis (6/9/2018) di Benteng Vastenburg.

Penonton juga ikut berpartisipasi dalam upacara pembukaan SIPA 2018 dengan menyalakan kembang api. Kemeriahan masih berlanjut ketika maskot SIPA 2018, Melati Suryodarmo, tampil dengan karya tarinya.

Karya Melati tersebut dibikin sesuai tema SIPA 2018, “We Are the World, We Are the Nations”, yang menampilkan percampuran tradisi yang mengglobal. Di karyanya itu, Melati berkolaborasi bareng penari dari Studio Plesungan dan Semarak Candrakirana. Mereka diiringi 30 pemusik Etnomusikologi ISI Surakarta.

Penampil kedua malam itu adalah Leineroebana Dance Company. Grup tari asal Belanda itu menyuguhkan tarian berjudul “Gonjang-ganjing”. Penampilan mereka diiringi oleh gamelan dan alat-alat musik khas Indonesia.

Penyaji ketiga di SIPA 2018 adalah Suling Bambu Dasarai Lamaknen dari Nusa Tenggara Timur. Mereka membawakan empat lagu, yakni “Sorak-Sorak Bergembira”, “Bolelebo” (lagu daerah NTT), “Oras Loro Marilin” (lagu daerah Belu), dan “Lolan Gol” (lagu daerah Lamaknen). Lagu-lagu tersebut dimainkan menggunakan alat musik khas NTT, foy doa.

Selain nama-nama di atas, SIPA 2018 hari pertama juga dimeriahkan oleh Studio Taksu (Solo), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), dan Gilang Ramadhan feat Smiet (Jakarta dan Palu).



Direktur SIPA, Irawati Kusumorasri, menjelaskan, SIPA 2018 diikuti oleh seniman-seniman dari 10 negara. “Di tahun kesepuluh ini, SIPA ingin menggelorakan pesan kebersamaan dalam keindahan seni,” terang Ira saat memberikan sambutan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, menyampaikan, dengan digelarnya SIPA, Solo semakin punya citra sebagai kota budaya.

SIPA 2018 akan digelar hingga Sabtu (8/9/2018). Event ini bisa ditonton secara gratis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....