Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaEdisi Satu Dasawarsa, SIPA 2018 Dibikin Beda

Edisi Satu Dasawarsa, SIPA 2018 Dibikin Beda

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Merayakan edisi spesial satu dasawarsa, Solo International Performing Arts (SIPA) 2018 bakal dibikin menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu bocorannya adalah upacara pembukaannya akan megah dan diwarnai koreografi dan musik nan indah serta mengajak penonton untuk terlibat di dalamnya.

Penyelenggaraan SIPA 2018 juga bakal dibuat lebih lama. Jika biasanya diadakan tiga hari berturut-turut, kali ini SIPA akan digelar lima hari dengan berbagai rangkaian acara menarik, yakni SIPA Goes to Cafe dan SIPA Goes to Campus.

SIPA Goes to Cafe diselenggarakan pada Selasa-Rabu (4–5/9/2018) di Waroeng Kroepoek, Diamond Restaurant, dan Double Decker. Dua seniman turut serta dalam roadshow ini, yaitu Tutut Tuty dan Widya Ayu. Mereka adalah seniman yang terkenal di bidangnya. Dari rilis yang Soloevent terima, SIPA Goes to Cafe kepingin menyampaikan bahwa SIPA adalah milik Kota Solo.

Sedangkan SIPA Goes to Campus akan dikonsep dalam konser musik. Penyanyi yang lagi naik daun, Danilla Riyadi, menjadi bintang tamu utamanya. Konser berbayar yang merupakan kerja sama antara SIPA dan KMF Fisip UNS ini diadakan di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (5/9/2018).

Puncak acara SIPA 2018 digelar Kamis-Sabtu (6-8/9/2018) di Benteng Vastenburg. Berbeda dari edisi-edisi yang lalu, pertunjukan kali ini bakalan berlangsung lebih lama, yaitu dari jam 16.00-23.00 WIB. Tiga penampil yang akan manggung di sore hari antara lain Teman Holic Holobis, Flying Ballons Puppet, dan SIPAS (Semut Ireng Pop Archery Sriwedari).

Pementasan malam hari bakal menampilkan banyak delegasi dari dalam maupun luar negeri, seperti Melati Suryodarmo (Solo), Komunitas Seni Jati Swara (Surabaya), Departemen Pendidikan Tari FPSD UPI (Bandung), Diklat Tari Anjungan Jawa Timur, TMII (Jakarta), Liene Roebana Dance Company (Belanda), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), Stefano Fardeli (Italia), Filastine and Nova (Spanyol), Capitol University Dance Troupe (Filipina), dll.



Di tahun kesepuluhnya, SIPA akan mengusung tema “We Are The World – We Are The Nations”. “Tema tersebut mempunyai makna kita adalah satu bangsa satu dunia. Tema itu menjadi pesan moral yang akan digelorakan di panggung SIPA 2018,” tulis Humas SIPA 2018 dalam rilisnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....