Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMerayakan Kebinekaan di Grebeg Sudiro 2018

Merayakan Kebinekaan di Grebeg Sudiro 2018

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Warga terlihat tumpah ruah memadati area Pasar Gede pada Minggu (11/2/2018) siang. Di bawah teriknya matahari, mereka menanti gelaran Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2018.

Sekitar pukul 14.30 WIB, setelah Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengibarkan bendera start, peserta yang berpartisipasi mulai menunjukkan aksinya.

GREBEG-SUDIRO-002

Salah satu yang paling mencuri perhatian berasal dari marching band Gita Pamong Praja. Tepuk tangan meriah mereka dapatkan ketika sang mayoret berhasil melakukan atraksi mengangkat bas drum dengan gigi sambil berdiri di tumpukan bas drum yang lain. Selain itu juga ada atraksi barongsai, reog, dan tarian tradisional.

Kirab budaya untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2569/2018 ini diikuti berbagai kalangan masyarakat, mulai pedagang Pasar Gede, kelompok sadar wisata, hingga siswa sekolah. Mereka tampil memperlihatkan aneka kesenian Jawa dan Tionghoa, serta potensi kuliner.

GREBEG-SUDIRO-003

Diwadahi dalam jodang, kuliner-kuliner khas Kelurahan Sudiroprajan itu ditata sedemikian rupa. Jodang-jodangnya pun dibentuk menjadi miniatur bangunan-bangunan landmark Kota Solo. Ikon Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2018 adalah Loji Gandrung (rumah dinas Wali Kota Solo) dan Monumen ‘45 Banjarsari. Keduanya diisi kue keranjang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta Karnaval Budaya Grebeg Sudiro juga diarahkan berjalan dari kawasan Pasar Gede mengarah ke Gladah kemudian menuju Kelurahan Sudiroprajan dan kembali lagi ke halaman Pasar Gede.

GREBEG-SUDIRO-004

Memasuki tahun kesebelas, Grebeg Sudiro mengangkat tema “Melestarikan Budaya Bangsa untuk Merajut Kebinekaan”, yang menjadi bukti bahwa kebudayaan bisa menyatukan berbagai suku, ras dan agama.

“Kami mengajak masyarakat jangan memandang perbedaan sebagai kelemahan, namun justru sebagai potensi yang besar,” ujar Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2018, Bul Hartomo.

Di akhir acara, sekitar 4.000 kue keranjang dibagikan gratis, dilempar dari lantai dua Pasar Gede yang baru. Walau diguyur hujan deras, masyarakat tetap antusias berebut kue keranjang.

 

Penulis: Yasinta Rahmawati

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...