Saturday, June 20, 2026
HomeSeni dan BudayaMenjaga Ibu Bumi Dengan Kreasi Busana Ramah Lingkungan

Menjaga Ibu Bumi Dengan Kreasi Busana Ramah Lingkungan

Published on

- Advertisement -spot_img

FSRD-UNS-01

 

Soloevent.id – Banyak cara dilakukan biar kerusakan di bumi tidak bertambah. Mengkreasi busana menggunakan bahan ramah lingkungan adalah salah satu contohnya. Seperti yang dilakukan mahasiswa Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta lewat pertunjukan Eco Fashion.

 

Bertempat di Danau UNS, Senin (18/9/2017), ada 38 busana ramah lingkungan yang ditampilkan di acara itu. Karya-karya tersebut merupakan hasil kolaborasi bareng Samuel Wattimena, desainer sekaligus Staf Khusus Menteri Koperasi dan UMKM.

 

FSRD-UNS-02

 

Acara dibuka dengan pertunjukan teatrikal-tari oleh grup Sahita. Dialog-dialog mereka membahas tentang isu-isu lingkungan. Cerita bersambung, lalu munculah sosok Dewi Sri yang berdiri di atas tandu. Dengan balutan kostum megah, sang Dewi Kesuburan menari-nari kecil sambil diiringi choir dari Voca Erudita UNS.

 

Performing art tersebut menjadi pembuka sebelum para model memamerkan busana-busana ramah lingkungan bertema “The Mother Goddes Dewi Sri” karya mahasiswa Prodi Kriya Tekstil FSRD UNS.

 

FSRD-UNS-03

 

Lalu, seperti apa proses pembuatan busana-busana ramah lingkungan tersebut?

 

Produser Eco Fashion, Ratna E. Santosa, mengatakan, serat kain dibuat menggunakan tanaman sansevieria atau lidah mertua, sedangkan pewarnanya menggunakan tanaman untuk penyembuhan dan palawija.

 

FSRD-UNS-04

 

Ratna menguraikan, sansevieria diproses sedemikan. Namun, karena seratnya pendek, maka harus diikat satu per satu hingga panjang.

 

Untuk pewarnaannya menggunakan daun marenggo, daun sirih, mawar, secang, kulit kayu tingi, kayu tegeran, kunir, dan lain-lain. Terus, bagaimana caranya? “Contohnya kunir. Kunir dihancurkan, lalu direbus hingga mencapai inti. Setelah itu dimasukkan kain, lalu dicelupkan sebanyak 13-40 kali tergantung warna yang diinginkan. Semakin banyak dicelup, warnanya semakin pekat,” terangnya.

 

FSRD-UNS-05

 

Busana ramah lingkungan ini dibikin selama kurang lebih 1,5 bulan. Proses pembuatan dilakukan secara manual dan tanpa meninggalkan teknik kekriyaan, seperti tenun, batik, eco print, anyam, sulam, dan lain-lain.

 

Setelah dipamerkan di Eco Fashion, karya-karya ini rencananya dibawa ke Australia pada 2018 untuk di-workshop-kan.

 

FSRD-UNS-06

 

Acara fashion show ini merupakan salah satu rangkaian event Nature, Culture & Art yang digelar pada 8-18 September 2017.

 

 

Teks & foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Event TED×UNS 5.0 di Taman Budaya Jawa Tengah, Hadirkan Talkshow Bersama Narasumber Inspiratif

Soloevent.id - TEDxUNS 5.0 menggelar acara utamanya yang bertajuk "Petals in Motion" dengan tema...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...