Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMaskot SIPA 2016 Tampilkan “Maha Swara”

Maskot SIPA 2016 Tampilkan “Maha Swara”

Published on

- Advertisement -spot_img

soloevent-05252016-foto-sipa-02

 

Soloevent.id – 300-an seniman dari dalam dan luar negeri akan menghangatkan tiga hari penyelenggaraan Solo International Performing Arts (SIPA) 2016. Dihelat di Benteng Vastenburg, Kamis-Sabtu (8-10/9/2016), SIPA edisi sewindu ini tampil beda. Mengusung tema “Maha Swara”, 60 persen penampil bakal menyuguhkan pertunjukan musik, sedangkan 40 persen lainnya menyajikan pentas tari dan performance art.

Kota Solo selaku tuan rumah mengirim empat delegasinya yakni Peni Candra Rini, Semarak Candra Kirana Art Center, Gondrong Gunarto, dan Sruti Respati. Nama-nama yang telah malang-melintang di jagad musik Tanah Air turut unjuk gigi. Sebut saja Dewa Budjana, Maya Hasan, Djaduk Ferianto & Kua Etnika, Vicky Sianipar, dan lainnya.

Sedangkan Park Na Hoon Dance Company, Premijit Manipuri Dance Group, Philip Graulty, Blessing Chimanga, Rodrigo Parejo, Nadi, Neil Chua & Ruanatworkz menjadi perwakilan luar negeri. Selama tiga hari, panggung SIPA 2016 bakalan disemarakkan oleh 21 penampil. Di tiap hari, ada tujuh pengisi acara yang akan menghibur penonton.

Salah satu penampil yang juga menjadi maskot SIPA 2016, Peni Candra Rini, bakal mengetengahkan repertoar berjudul “Maha Swara”. Dalam pementasan ini, Peni mengajak kolaborasi musisi luar dan dalam negeri. Nama-nama yang turut serta dalam kolaborasi lintas negara ini telah disebutkan di atas – kecuali Park Na Hoon Dance Company dan Premijit Manipuri Dance Group

Peni menggambarkan “Maha Swara” sebagai pentas musik yang menampilkan bunyi-bunyi tidak populer di telinga orang. “Kami mengusung world music. Yang akan kami tampilkan tidak hanya bunyi-bunyi asal Indonesia, melainkan juga luar negeri,” terangnya.

“Bunyi-bunyi ini jauh dari hingar-bingar. Namun, itu hanya metaforanya saja. Maksud dari pementasan ini adalah kami ingin mengajak orang-orang untuk menyuarakan suaranya,” jelasnya kepada awak media, Selasa (6/9/2016).

Bunyi-bunyi itu bakal dimunculkan dari gamelan, drum set, gitar, dan beberapa instrumen lain. Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu mengaku menggarap komposisi “Maha Swara” selama tiga bulan. “Saya kirim komposisinya ke mereka [musisi luar negeri], kemudian mereka mempelajarinya,” ungkap dia.

“Maha Swara” bakal ditampilkan selama dua hari, Jumat dan Sabtu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...