Friday, February 20, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSamsuri, Sang Penari 24 Jam Jalani Program Diet

Samsuri, Sang Penari 24 Jam Jalani Program Diet

Published on

- Advertisement -spot_img

SANG PENARI 24 JAM JALANI PROGRAM DIET

Soloevent.id – Samsuri sedang menghitung hari untuk memulai penampilannya di Solo 24 Jam Menari 2016, 28-29 April mendatang. Tahun ini, ia akan mencatatkan namanya dalam sejarah Solo 24 Jam Menari sebagai penari 24 jam. Samsuri tak sendirian. Ia ditemani oleh Mudjo Setyo, seorang seniman Wayang Orang Bharata.

Baca juga : Misi Samsuri dalam Solo 24 Jam Menari 2016

Pria 53 tahun ini menuturkan, dirinya sempat dilanda keraguan soal kesiapan menjadi penari 24 jam. Ini terkait dengan kondisi fisiknya. “Kekuatan fisik saya kurang meyakinkan karena usia yang telah berkepala lima,” ujarnya, Rabu (20/4/2016).

Namun, karena  tekadnya yang besar, Samsuri membuang jauh-jauh keraguan. Untuk itu, ia mulai melatih fisiknya dengan cara berolahraga.  “Saya main badminton, voli, bersepada. Itu yang saya lakukan selama dua bulan ini,” tutur pria kelahiran Klaten, 9 Februari 1963 ini.

Di samping berolahraga, Samsuri juga menjaga pola dan menu makannya. Ia mengaku melakukan diet kecil.  Diet yang dia lakukan adalah mengurangi makan nasi putih dan menggantinya dengan beras merah. Selain itu, sang penari 24 jam ini tidak mengonsumsi es dan mengurangi jajanan gorengan demi menjaga kebugaran. Diet yang ia jalankan ternyata efektif. Selama dua bulan menjalankannya, berat badan Samsuri yang semula 85 kilogram, turun menjadi 80 kilogram.

Dalam menjaga kekuatan tubuhnya, pengajar di Fakultas Seni dan Ilmu Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu berusaha melakukannya secara alami. “Saya tidak minum suplemen karena ada efek sampingnya,”  jelas dia.

Rutinitas barunya ini ia sikapi dengan gembira. Setelah mengajar hingga jam tiga sore, ia rehat sejenak selama dua jam. “Selepas jam lima sore, saya fokus latihan buat tari opening dan closing Solo 24 Jam Menari. Saya juga latihan bareng mahasiswa serta latihan buat materi saya. Soalnya sebagai penari 24 jam, harus terlibat di semuanya,” kata dia sembari terkekeh.

Walaupun menu latihannya padat, ternyata ada satu latihan uji ketahanan yang ogah ia jamah, yakni tidak tidur selama 24 jam. Samsuri beralasan, jadwalnya yang padat menjadi pertimbangan kenapa ia enggan berlatih itu. “Ini kan sudah dekat dengan Hari-H, saya takutnya kalau melakukan itu bakal nge-drop. Padahal saya harus menjaga tubuh biar fit,” ucapnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...