Saturday, January 24, 2026
spot_img
HomeFilmReview Film Ketika Mas Gagah Pergi

Review Film Ketika Mas Gagah Pergi

Published on

- Advertisement -spot_img

REVIEW FILM KETIKA MAS GAGAH PERGI

Ketika Mas Gagah Pergi merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Helvy Tiana Rosa di tahun 1997. Film yang disutradari oleh Firmansyah ini ternyata nyrempet AADC dalam versi religi. “Ingin bikin seperti AADC versi religi. Dari alay sampai Rohis,” tutur Helvy. Film KMGP diharapkan menjadi jembatan dakwah yang bisa diterima oleh semua kalangan terutama remaja.

Baca juga : Trik Sutradara ‘mengakali’ scene Palestina

Dikisahkan Gagah (Hamas Syahid), pria cerdas dan tampan yang kuliah di Fakultas Teknik Sipil. Gagah memilik adik perempuan, Gita (Aquino Umar), gadis tomboy, penyuka puisi yang masih di bangku SMA. Gagah menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal. Suatu ketika, Gagah pergi ke Maluku Utara untuk keperluan kuliahnya. Malang nasib, Gagah mengalami kecelakaan dan sempat hilang kontak dengan keluarganya.  Selama sakit, Gagah dirawat oleh Kyai Ghufron, sosok bersahaja yang mampu mengubah Gagah menjadi pribadi sholeh.

Selang itu, Gita bertemu dengan Yudi (Masaji Wijayanto), pemuda dermawan yang juga senantiasa mengajak orang sekitar untuk berbuat baik. Dua bulan kemudian, Gagah kembali ke rumah. Gita dan mamahnya terkejut dengan Gagah yang lebih religious. Awalnya Gita merasa risih dengan perubahan Gagah yang selalu mengajaknya dan mamahnya untuk lebih dekat dengan Allah. “Islam itu indah. Islam itu cinta,” adalah hal yang selalu disampaikan Gagah pada Gita.

Baca juga : Tantangan Besar Aquino Umar (pemeran Gita) dalam film Ketika Mas Gagah Pergi

Namun, selang waktu akhirnya Gita mengubah penampilannya dengan berhijab. Hal ini juga didukung oleh temannya Tika yang juga kemudian mengenakan jilbab selepas terinspirasi dari kakak sepupunya Nadia yang mulai berhijab bahkan semenjak kuliah di Amerika.

Gagah kerap mengajak Gita untuk berkunjung ke  “Rumah Cinta”, rumah singgah penuh buku yang pelan-pelan dibangun Gagah untuk anak-anak dhuafa di pinggiran Jakarta. Di sana ia menikmati persahabatan Gagah dengan Urip, Asep dan Ucok, mantan preman yang insyaf dan mengelola tempat tersebut.

Namun sayang, disaat hubungan baik dengan adiknya mulai terjalian baik, nasib malang merenggut nyawa Gagah. Gagah menjadi korban kerusuhan di salah satu tempat ibadah yang direkayasa oknum preman. Bagaimana kelanjutan kehidupan Gita dan Rumah Cinta? Buruan tonton film Ketika Mas Gagah Pergi di bioskop terdekat ya!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...

Solo Film Festival 2025, Putar Film Pendek Drama Kehidupan Berbalut Komedi

Soloevent.id - Sebuah festival film pendek diselenggarakan di Kota Solo dengan nama Solo Film...