Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaHUT 40, Kalam Kudus Terjunkan 400 Siswa Dalam 'pulanglah, Nak'

HUT 40, Kalam Kudus Terjunkan 400 Siswa Dalam ‘pulanglah, Nak’

Published on

- Advertisement -spot_img

KALAM-KUDUS-TERJUNKAN-400-SISWA-DALAM-PULANGLAH-NAK_

Dalam rangka memperingati HUT ke-40, Sekolah Kristen Kalam Kudus menggelar sebuah pementasan kolosal dengan lakon “Pulanglah, Nak”. Perhelatan itu turut dimeriahkan oleh 400-an siswa/siswi sekolah setempat. Acara yang berlangsung pada Rabu-Kamis (15-16/10/2014) tersebut, disutradarai oleh Sosiawan Leak. Pegiat seni teater itu juga bertindak sebagai penulis naskah.

Gedung Grha Anugerah, Gilingan, di-setting menyerupai daerah Timur Tengah. Di panggung, berdiri properti-properti bangunan masa lampau. Di tengah tembok, pilar, dan aktivitas-aktivitas warga setempat, tampak kehidupan sebuah keluarga yang cukup berada. Namun, ketenangan keluarga itu terusik akibat pernyataan Si Bungsu kepada Bapak. “Aku ingin pergi ke negeri lain. Aku ingin  mencari pengetahuan di sana, yang tidak aku dapatkan di tempat ini,” jelasnya.

Terus dipaksa, akhirnya Bapak membolehkan sang anak untuk pergi, walaupun dengan berat hati. Sebagai bekal, si ayah memberikan bekal berupa sekantong uang, yang menjadi permintaan sang putra. Setelah menerimanya, ia melangkahkan kaki meninggalkan rumahnya. Terlihat tidak rasa penyesalan darinya. Seiring tapakannya yang menjauh, Bapak berujar, “Ketahuilah, Nak. Aku akan menantimu pulang.”

Bersamaan dengan permainan multimedia yang menyimbolkan perjalanan si anak, setting panggung berubah menjadi pasar di sebuah kota, yang penuh dengan hal-hal bersifat duniawi. Bungsu tergoda oleh kenikmatan sesaat itu. Foya-foya tak dapat dihindari. Di meja judi, ia meraup keuntungan. Di meja judi pulalah, pergantian nasib menghampirinya. Hartanya ludes karena kalah secara terus-menerus.

Jalan hidup manusia memang tidak bisa ditebak. Bungsu yang dulunya dipanggil “Tuan” oleh warga kota, mendadak berada dalam posisi yang berkebalikan drastis.  Demi mengganjal perut, ia sampai meminta-minta. Akan tetapi semua orang mengacuhkannya. “Kalau mau makan, ya kerja! Jangan malas-malasan!” bentak seorang pengembara.

Lalu munculah dua orang saudagar. Karena merasa iba, akhirnya sang saudagar mempekerjakan Bungsu di peternakan babi miliknya. Kekejamanan yang dilakukan pekerja lain, membuatnya merasa lemah dan tersia-tersia dalam hidup. Di momen inilah, ia menemukan pencerahan sekaligus arti hidup. Dan pulang adalah jawaban dari semuanya.

Menurut Sosiawan Leak, naskah “Pulanglah, Nak” diambil dan diserap dari kisah agama Kristen yang sudah banyak diketahui. “Cerita ini saya adaptasi dari kisah yang populer di kalangan umat Kristiani. Ini kan kisah ‘Anak yang Hilang’,” ujarnya. Cerita tersebut akhirnya ia olah agar bisa melibatkan potensi-potensi yang ada di Kalam Kudus. Dalam proses transfer materi hingga pentas, Leak mengaku membutuhkan 30-40 kali pertemuan dalam rentang tiga hingga empat bulan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...