Tuesday, July 21, 2026
HomeBisnisPlayground Cafe Hadirkan Aroma Kreatif

Playground Cafe Hadirkan Aroma Kreatif

Published on

- Advertisement -spot_img

Dalam Bahasa Indonesia, kata “playground” dapat diartikan sebagai “tempat bermain”. Mengadopsi kata tersebut, Playground Cafe hadir menyapa pecinta kuliner di Solo. Bukan hanya penggila makanan yang menjadi targetnya, melainkan juga komunitas-komunitas kreatif di Kota Bengawan.

Dengan desain modern kontemporer, kafe yang bernaung di bawah manajemen Cafe Tiga Tjeret itu, menyajikan kesan nyaman untuk bercengkrama dan bertukar  ide. Walaupun mempunyai rancang bangun kekinian, yang identik dengan mahalnya harga makanan dan minuman, tapi menurut Andhang Apri Hardhanto selaku konseptor dan owner Playground Cafe, hal tersebut tidak berlaku di tempatnya. “Kami tidak membuat ini [Playground Cafe] untuk kelas atas. Monggo  nanti dicek,  harga makanan sama dengan Tiga Tjeret,” jelasnya ketika menggelar jumpa wartawan pada Sabtu (20/9/2014).

Kota Solo yang identik dengan gudangnya orang-orang kreatif, tak luput dari perhatian tempat nongkrong yang terletak di Jl. Kenanga 163 Badran ini. Ada satu lokasi di sana, yang dinamakan Digital Corner. Di situ para pekerja bisa menyalurkan ide-idenya untuk berkreasi. Ada beberapa peralatan pendukung yang disediakan manajemen untuk mengakomodir itu semua. Antara lain komputer dengan spesifikasi desain, printer, dan akses internet.

Selain itu, pihak Playground Cafe juga mengajak beberapa komunitas untuk menggelar workshop. “Secara berkala, kami akan membuat workshop tentang seni, craft [kerajinan tangan]. Jadi tempat ini sebenarnya wadah berkreasi kalangan muda, tidak hanya tempat untuk sekedar nongkrong, wedangan, dan ngobrol,” tutur Andhang. Karena basic-nya di film, Andhang juga berencana mendatangkan beberapa film maker untuk turut singgah dan bercerita di tempat usahanya itu.

Bagi mahasiswa, komunitas, atau pegiat seni yang ingin menggelar pameran karyanya, kafe itu juga memberikan space bagi mereka. “Apapun akan kami buka. Kami akan memangkas sistem birokrasi yang ada. Nggak bakal susah lah [untuk pameran]. Yang penting jadwalnya nggak tabrakan,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....

More like this

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Parade Kebaya Soeltan : Intip Keseruan Roadshow Herborist Bareng Fanny Soegi.

Soloevent.id - Acara Parade Kebaya Soeltan Singgah ke Solo digelar pada Minggu (5/7/2026) di...

Jamming Session Road to Intimate Concert Sandhy Sondoro di Canting Londo Kitchen – Hotel Zigna Kampung Batik

Soloevent.id - Zigna Kampung Batik Laweyan akan menggelar acara musik berkualitas dengan menghadirkan musisi...