Friday, April 4, 2025
spot_img
HomeWhat's On SoloSusah Senangnya Seorang Joki Tong Setan

Susah Senangnya Seorang Joki Tong Setan

Published on

spot_img
spot_img

Soloevent.id – Menjadi joki tong setan itu tidak mudah. Risiko mengalami kecelakaan sangat besar. Itu pernah dialami oleh Devi Apriliani, si joki tong setan wanita. Dua tahun lalu, di awal bekerja sebagai joki tong setan, perempuan berjilbab ini pernah mengalami patah tulang di bagian pundak. “Waktu itu pernah jatuh karena pengaruh dari [papan] tongnya, kayak kurang aman sama terlalu licin. Ban motor jadi bocor. Lebih disebabkan ke masalah teknis keamanannya,” jelas Devi saat ditemui Soloevent.

Tak cuma masalah fisik, jauh dari keluarga karena harus berkeliling ke berbagai kota di Indonesia juga sering bikin perasaannya bergolak. Apalagi saat mendapat kabar ada keluarga yang sakit atau kabar-kabar lainnya.

Belum lagi masalah komisi. Bayaran dia sebagai joki tong setan ditentukan seberapa ramai  pengunjung yang masuk ke wahana tersebut. Ia dan joki-joki lain memang sering mendapat saweran, tapi jumlahnya tidak menentu dan itupun dibagi-bagi kepada kru atau untuk makan bersama.

Devi bilang menjadi joki tong setan merupakan pekerjaan sambilan. Pekerjaan utama dan yang paling berat tanggung jawabnya adalah menjadi ibu bagi anaknya yang berumur 17 bulan.

Kisah Devi tidak melulu soal kesedihan. Sekarang sudah banyak yang mengenalinya sebagai joki tong setan wanita. Tidak hanya di Medan dan Aceh – Devi kerap beratraksi di dua kota itu, tapi juga se-Indonesia karena dirinya sempat viral di media sosial. Bahkan ia pernah disorot oleh salah satu media internasional.



Kalau ingin menonton aksi Devi di Solo, kamu bisa mampir ke Gebyar Sekaten di Alun-Alun Kidul Surakarta, sampai 17 November 2019. Setelah Solo, awal Desember mendatang dia dan teman-temannya main di Bali.

Sebagai perempuan, dia memberikan pesan kepada teman-teman sesama wanita untuk tidak ragu melakukan pekerjaan apa pun, selama itu baik dan tidak melanggar norma. “Selama kita bisa dan itu baik, kenapa tidak? Toh laki-laki dan perempuan derajatnya juga sama. Ini juga sudah zaman emansipasi, saatnya para kaum perempuan bangkit,” pungkas Devi.

Artikel Populer

Artikel Terbaru

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Semarak Program Bulan April 2025

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo sebagai hotel entertainment Kota Solo bakal menyuguhkan berbagai...

Masjid Agung Solo Launching Pameran Sarung Khas 25 Pilihan Motif Batik

Soloevent.id - Masjid Agung Keraton Solo bersama dengan Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman dan...

Malam Selikuran, Tradisi Rutin Keraton Surakarta Sambut Lailatul Qadar

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar acara kirab dan hadrah malam selikuran, Kamis malam (20/3/2025)....

More like this

Masjid Agung Solo Launching Pameran Sarung Khas 25 Pilihan Motif Batik

Soloevent.id - Masjid Agung Keraton Solo bersama dengan Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman dan...

Ngabuburit Sambil Nonton Fashion Show Danar Hadi di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Ngabuburit Fashion di Narendra Restaurant, Rabu...

Perayaan Adeging Mangkunegaran ke-268 Bagikan Ribuan Nasi Berkat

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran merayakan hari jadinya yang ke-268 atau Adeging Mangkunegaran dengan menggelar...