Thursday, October 8, 2026
HomeSeni dan BudayaBalada Manis Khas Ully Sigar Rusady Terdengar Syahdu Di Pentas Bulan Indah

Balada Manis Khas Ully Sigar Rusady Terdengar Syahdu Di Pentas Bulan Indah

Published on

- Advertisement -spot_img

PEMILIK DAN KARYAWAN KAIN LUKIS NASRAFA BERADU AKTING

Empat tahun sudah kain lukis Nasrafa hadir menyemarakkan industri fashion Tanah Air. Menapaki usia baru, perusahaan  yang berada di Petoran, Kecamatan Jebres, Solo ini merayakannya dengan menggelar pentas teater berjudul “Bulan Indah” di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Rabu (20/1/2016).

Pementasan yang disutradarai oleh Hanindawan Sutikno ini menceritakan tentang sejarah perjalanan kain batik Nasrafa. Bagaimana memupuk lagi rasa kesetiakawanan pasca dihujam konflik, jadi inti cerita pertunjukan “Bulan Indah”.

Pemilik kain lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, mengajak para karyawannya berakting dalam pementasan tersebut. Pergelaran ini juga didukung oleh beberapa komunitas yang didirikan Yani antara lain Komunitas Ngisor Kecacil, Teater Nol, dan Trotoar Band. Yani juga mengajak para Duta Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Mas Mbak UNS.

Lihat keseruan karyawan Kain Lukis Nasrafa beradu akting

Gelaran ini juga mendatangkan satu bintang tamu spesial. Sebelum “Bulan Indah” dipentaskan, penonton disuguhi lagu-lagu balada manis yang dibawakan oleh sang maestronya, Ully Sigar Rusady. Dengan dandanan khasnya, Ully bersama dua rekannya berdiri di tengah panggung. Malam itu, mereka memainkan dua lagu yang penuh kritikan.

Lagu pertama yang dipersembahkan adalah “Elegi Rimba”. Sebelum menyanyikan, Ully mengingatkan penonton agar peka terhadap masalah lingkungan. “Disadari atau tidak, lingkungan hidup banyak kerusakan, tapi seoalah-olah kita lupa. Padahal lingkungan hidup adalah tempat kita hidup,” tuturnya. ”Mari kita lestarikan. Mari kita tanam pohon sebanyak-banyaknya,” tambahnya.

Suara khas Ully kemudian beradu dengan petikan gitar yang ia dan dua rekannya mainkan. Di tengah lagu, perempuan kelahiran 4 Januari 1952 itu mengajak penonton menggerak-gerakkan tangan seperti yang biasa Suku Dayak lakukan. “Ayo gerakkan tangan! Ini adalah gerakan mendoakan bumi,” ajaknya.

“Legenda Baratayuda” hadir setelahnya. Vokal Ully yang tinggi melengking berpadu dengan lirik-lirik tegas, menjadikan suasana Teater Arena TBJT khidmat saat lagu ini dikumandangkan. Lewat lagu-lagunya, Ully menebar perdamaian. Lewat lagu tersebut, Ully mengajak masyarakat untuk berkesenian. “Rusaknya bangsa karena rusaknya budaya. Rusaknya budaya berakibat pada rusaknya lingkungan hidup. Jadi, mari kita melukis, mari kita berkesenian karena itu dapat mempersatukan Indonesia Raya,” katanya.

Selebrasi empat tahun berdirinya kain lukis Nasrafa, juga dimeriahkan tampilnya musisi balada asal Kota Solo, Guntur T. Cunong.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

More like this

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...