Wednesday, May 13, 2026
HomeSeni dan BudayaKurang Dari 15 Menit, Ribuan Jenang Gratis Ludes Di Festival Jenang Solo

Kurang Dari 15 Menit, Ribuan Jenang Gratis Ludes Di Festival Jenang Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

KURANG DARI 15 MENIT, RIBUAN JENANG GRATIS LUDES

Pagi itu koridor Ngarsopuro jadi ajang pesta rakyat. Muda hingga tua berbondong-bondong menghadiri puncak Fetival Jenang Solo 2016 yang berlangsung Rabu (16/2/2016). Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, di hari terakhir festival ada aneka macam jenang yang dibagikan secara gratis. Di edisi kelima ini, panitia membagikan sekitar 20.000 takir jenang.

Jam menunjukkan pukul 07.30 WIB saat Soloevent tiba di lokasi. Saat Soloevent berkeliling venue, 100-an peserta yang terdiri dari Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Solo, hotel, instansi, organisasi, serta delegasi luar kota sedang menyiapkan sajian mereka. Ada yang menghangatkan jenang, ada pula yang sudah mewadahinya dalam takir atau cup.

Stan-stan itu menyuguhkan beragam jenang tradisional, antara lain jenang tumpang, ketan hitam, mutiara, grendul, graulan, suran, rangrang, dan masih banyak lagi. Selain jenang tradisional, para peserta juga menyajikan aneka jenang kreasi baru.

Puncak Festival Jenang Solo 2016 dilangsungkan di depan panggung hiburan, yang berlokasi di seberang selatan gapura Istana Mangkunegaran. Sebuah meja bertaplak merah dengan panjang sekitar lima meter ditempatkan tak jauh dari panggung. Di atasnya telah terisi takir-takir jenang. Agar tidak kena debu dan lalat, jenang-jenang tersebut ditutupi plastik.

Barulah jam 09.30 WIB, yang dinanti tiba. Usai didoakan, beragam jenang itu diperebutkan oleh pengunjung.  Tak peduli tua ataupun muda, mereka dengan sigap meraih takir-takir jenang tersebut. Tak lebih dari 15 menit, jenang-jenang itu ludes diserbu. Stan-stan peserta Festival Jenang Solo 2016 juga dikerubungi para warga yang menginginkan jenang gratis.

Bagi Ketua Yayasan Jenang Indonesia, Ahmad Adib, Festival Jenang Solo 2016 menjadi ajang untuk semakin menggali, memberdayakan, dan mengkreasikan jenang. “Kami berharap dari event ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Ke depannya, Yayasan Jenang Indonesia kepingin merancang penelitian tentang macam-macam jenang di Indonesia. “Kami juga ingin mencoba mengangkat jenang-jenang tradisi sebagai komoditi, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkap dia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...