Saturday, June 27, 2026
HomeSeni dan BudayaMenulis Shufa Bisa Bikin Orang Panjang Umur

Menulis Shufa Bisa Bikin Orang Panjang Umur

Published on

- Advertisement -spot_img

MENULIS SHUFA BISA BIKIN ORANG PANJANG UMUR

Minggu (7/2/2016), sekitar 450 warga dari segala usia turut berpartisipasi dalam pemecahan rekor “Penulisan Kaligrafi Cina Terpanjang Se-Indonesia”. Dikemas dalam acara Shufa on the Street, kegiatan ini mencetak rekor dengan panjang 500 meter.

Baca juga : Pemecahan rekor “Penulisan Kaligrafi Cina Terpanjang Se-Indonesia” di Paragon Mall Kota Solo

Seusai mendaftar, peserta diberi kertas berisi huruf-huruf Cina. Kemudian, huruf-huruf ini ditulis di kertas minyak menggunakan kuas ¾ atau 1 inchi yang dicelupkan dalam tinta hitam. Berdasar pengamatan Soloevent, ada beberapa peserta yang masih kagok dalam menuliskannya karena belum terbiasa. Namun, ada pula peserta yang terampil saat mengguratkan huruf-huruf itu di atas kertas.

Terlepas dari itu semua, ternyata kesenian asal Tiongkok ini punya efek positif bagi tubuh manusia. Menurut pelukis kaligrafi Cina yang juga Pengawas Yayasan Pendidikan Budi Utama, Lukito Sindoro, shufa sangat bagus untuk kesehatan. “Tadi saya ikut nulis. Saat menulis, saya keringatan dan tangan gemetar. Nah, itu berarti ada tenaga yang dikeluarkan. Kita konsentrasi, otot-otot bekerja, itu yang membuat sehat,” terangnya.

Lukito menambahkan, menulis shufa juga dapat membuat panjang umur. “Jika tulisannya bagus, pasti ada perasaan senang. Hati kita bahagia, jadi bisa panjang umur,” kata dia. Selain memanjangkan usia, makna filosofis yang terkandung dalam shufa dapat menjadi pembelajaran bagi si pembuat. Kata Lukinto, shufa selalu menampilkan kata-kata mutiara dan kata-kata bijak. “Kalau yang bikin anak-anak, mereka dikasih tulisan tentang bakti sama orangtua, menghormati orang yang lebih tua, tidak boleh berbohong, dan lainnya,” beber dia.

Namun, di satu sisi Lukinto merasa prihatin terhadap perkembangan penulisan kaligrafi Cina. Menurutnya, karya-karya shufa di Indonesia – bahkan di negara asalnya, Tiongkok – kurang bagus. Perkembangan teknologi jadi penyebabnya. “Dulu kita sering nulis surat, itu jadi metode latihannya. Sekarang kalau mau ngirim pesan, tinggal diketik lewat handphone atau email. Itulah yang menyebabkan tulisan jadi kurang baik,” ungkapnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...