Soloevent.id – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk “Pesona Lurik: Elegansi dalam Warisan & Inspirasi”, Rabu (15/4/2026) di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen The Sunan Hotel Solo dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia, sekaligus memberikan apresiasi terhadap peran perempuan yang berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
Mengangkat kain lurik sebagai simbol kesederhanaan, keteguhan, dan nilai filosofi kehidupan, acara ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya: Peragaan Busana Lurik Prasojo by Rani, Showcase Lurik dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), Menenun Luri, Proses Cucuk, Proses Batik dan Kartini Award 2026, serta Free Skin Test dari Klinik Estetika dr. Affandi.

Sebagai puncak acara, The Sunan Hotel Solo memberikan Kartini Award 2026 kepada Ibu Maharani Setyawan pelaku usaha berbasis budaya sekaligus penerus generasi ketiga Lurik Prasojo dan Ibu Widya Rosena Peranan Wanita di Bidang Usaha Berbasis Ekonomi Sebagai Perempuan Penggerak Ekosistem Kreatif. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam mengembangkan usaha berbasis budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah perkembangan zaman. Semangat mereka sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan Perempuan di berbagai bidang.
Pada kesempatan ini, The Sunan Hotel Solo juga memperkenalkan beverage dan dessert ramah perempuan sebagai bagian dari pengalaman kuliner yang selaras dengan tema acara. Pilihan beverage yang dihadirkan antara lain Kopi Hitam Manis, Jamu Ayu Esseme, dan Teh Putri Solo Bliss, sementara untuk dessert tersedia Arum Gandasturi, Sekar Langit, dan Cendol Gendis Manis yang mengangkat cita rasa tradisional dengan sentuhan modern.
General Manager The Sunan Hotel Solo Retno Wulandari menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, namun juga sarana edukasi dan inspirasi. “Melalui ‘Pesona Lurik’, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi perempuan Indonesia yang berdaya dan berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya. Lurik bukan sekadar kain tradisional, namun memiliki nilai historis dan filosofi yang patut dijaga serta diperkenalkan kepada generasi masa kini,” ujarnya saat membuka acara.





