Wednesday, May 13, 2026
HomeSeni dan BudayaEvent Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah, Senin (30/3/2026). Acara yang digelar ke-110 kali ini dalam edisi Hari Raya Idhul Fitri dengan menampilkan musik-musik religi.

Ada serangkaian pertunjukan yang dihadirkan oleh sejumlah seniman beserta karya-karyanya. Acara dibuka dengan penampilan dari Paguyuban Santiswara – Larasmadya Weningati menampilkan pertunjukan Gending Rambu dari Keraton.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang membahas tentang Paguyuban Santiswara Larasmadya Weningati dengan pembicara oleh Waluyo Satrio Sukarno dari Paguyuban Sanyiswara dan moderator oleh Joko S Gombloh.

Santiswara Larasmadya ini merupakan akulturasi budaya Islam dan Jawa yang menjadi salah satu wadah untuk menciptakan sebuah kesenian yang berbeda. Di dalamnya ada sebuah wadah berbentuk Gerongan yang terdapat pada teknik Jawa, sedangkan instrumen lain yang mewakili simbol bagi kebudayaan Jawa. Gerongan ini adalah suatu vokal yang dilantunkan bersama-sama dalam satu sajian Gending.

Secara etimologi Santiswara berasal dari kata Santi dan swara. Santi memiliki arti doa, sedangkan swara memiliki arti suara. Jadi, Sastiswara adalah permohonan atau doa atau usaha mendekatkan diri dengan Sang Maha Kuasa melalui suara. Larasmadya berasal dari dua kata yaitu Laras yang memiliki arti enak, sedangkan Madya yang memiliki arti tengah-tengah. Santiswara Larasmadya Wening Ati ini kurang lebih terdiri dari instrumen gendang, gamelan, gender dan slentem.

Bukan Musik Biasa (BMB) merupakan salah satu program pelayanan seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) berupa forum musik dan dialog yang dilaksanakan setiap satu kali dalam dua bulan sebagai wadah para komponis juga pemikir lintas generasi. Pertunjukan seni tersebut untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat khususnya kepada kaum milenial.

Selain itu, acara BMB juga sebagai wadah komponis lintas generasi untuk mencurahkan kreativitasnya. Selain berupa pertunjukan karya musik, BMB juga sebagai wadah diskusi saling mengkritisi dan sharing tentang karya musik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...