Wednesday, July 22, 2026
HomeSeni dan BudayaEvent Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah, Senin (30/3/2026). Acara yang digelar ke-110 kali ini dalam edisi Hari Raya Idhul Fitri dengan menampilkan musik-musik religi.

Ada serangkaian pertunjukan yang dihadirkan oleh sejumlah seniman beserta karya-karyanya. Acara dibuka dengan penampilan dari Paguyuban Santiswara – Larasmadya Weningati menampilkan pertunjukan Gending Rambu dari Keraton.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang membahas tentang Paguyuban Santiswara Larasmadya Weningati dengan pembicara oleh Waluyo Satrio Sukarno dari Paguyuban Sanyiswara dan moderator oleh Joko S Gombloh.

Santiswara Larasmadya ini merupakan akulturasi budaya Islam dan Jawa yang menjadi salah satu wadah untuk menciptakan sebuah kesenian yang berbeda. Di dalamnya ada sebuah wadah berbentuk Gerongan yang terdapat pada teknik Jawa, sedangkan instrumen lain yang mewakili simbol bagi kebudayaan Jawa. Gerongan ini adalah suatu vokal yang dilantunkan bersama-sama dalam satu sajian Gending.

Secara etimologi Santiswara berasal dari kata Santi dan swara. Santi memiliki arti doa, sedangkan swara memiliki arti suara. Jadi, Sastiswara adalah permohonan atau doa atau usaha mendekatkan diri dengan Sang Maha Kuasa melalui suara. Larasmadya berasal dari dua kata yaitu Laras yang memiliki arti enak, sedangkan Madya yang memiliki arti tengah-tengah. Santiswara Larasmadya Wening Ati ini kurang lebih terdiri dari instrumen gendang, gamelan, gender dan slentem.

Bukan Musik Biasa (BMB) merupakan salah satu program pelayanan seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) berupa forum musik dan dialog yang dilaksanakan setiap satu kali dalam dua bulan sebagai wadah para komponis juga pemikir lintas generasi. Pertunjukan seni tersebut untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat khususnya kepada kaum milenial.

Selain itu, acara BMB juga sebagai wadah komponis lintas generasi untuk mencurahkan kreativitasnya. Selain berupa pertunjukan karya musik, BMB juga sebagai wadah diskusi saling mengkritisi dan sharing tentang karya musik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...