Soloevent.id – Galeri Lokananta menggelar Pameran kolaborasi unik berbagai komunitas bertajuk “Lorong Antara Kita”. Pameran ini menampilkan karya instalasi warna-warni di area lorong Lokananta pada 18-31 Maret 2026. Pameran ini melibatkan berbagai komunitas di Soloraya sebagai ruang untuk memperkenalkan diri, menciptakan pengalaman ruang yang tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga dirasakan.
Ada kurang lebih 10 komunitas yang terlibat dalam pameran ini diantaranya Dinadi, Arleta, Jejak Kota, Skizofernia, Umawirsa, Playdate Soloraya, Putra-Putri Solo, Rajut, Kembara Nona dan Joli Jolan.
Salah satu karya Dinadi berjudul titik awal dan dipeluk waktu menjadi ruang refleksi bahwa hidup tak harus sempurna untuk layak dirayakan di dunia, tak perlu terburu-buru menjadi dewasa. Lalu, karya komunitas Jejak Kota dengan judul karya Voice of Movement. Sebuah komunitas yang berfokus pada pemahaman masyarakat tentang hak mobilitas di ruang perkotaan. Komunitas ini menjadi wadah pembelajaran, diskusi dan advokasi untuk mendorong terciptanya kota yang lebih ramah bagi semua.

Selain pameran komunitas, galeri lokananta juga menggelar Pameran Musik Miles Film : 30 Tahun Mendengar Terdengar. Pameran ini juga menghadirkan pengalaman menyelami proses kerja kreatif dibalik produksi film.
Melalui berbagai instalasi multimedia, seni rupa, grafis serta presentasi audio visual, pameran ini menjadi ruang nostalgia sekaligus refleksi kritis tentang perjalanan musik dan film Indonesia seiring perubahan teknologi, budaya dan landskap industri kreatif di tanah air.
Pameran Musik Miles Film sebagai langkah awal membangun keterhubungan antara audiens dengan karya Miles Film, sekaligus menjadi jembatan untuk mengarahkan perhatian pada jangkauan yang lebih luas mengenai peran musik dan film serta perjalanan Miles Film selama tiga dekade.
Bukan hanya pameran Musik Miles Film saja tetapi juga ada pemutaran film Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta (2002) dan Laskar Pelangi (2008). Ketiga film tersebut terhubung dengan benang merah yang kuat melalui karya musik yang menyertainya dan menjadi inspirasi utama dalam penyelenggaraan pameran ini.





