Sunday, January 25, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSrawung Budaya Jebres, Wujud Upaya Peningkatan UMKM dan Pelestarian Budaya

Srawung Budaya Jebres, Wujud Upaya Peningkatan UMKM dan Pelestarian Budaya

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Upaya peningkatan Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) dan pelestarian budaya ternyata bisa dilakukan secara bersamaan. Contohnya adalah sebagaimana yang digelar oleh Kecamatan Jebres, Solo yang belum lama ini. Warga setempat bersama para pemangku mengadakan suatu acara bertajuk Srawung Budaya Jebres pada Jumat – Sabtu (28 – 29 September 2024) kemarin.

Dengan mengambil tempat di halaman kantor kecamatan, warga yang berasal dari 11 kelurahan menampilkan berbagai pertunjukan seni. Misalnya di hari pertama, digelar atraksi reog, musik lesung, karawitan dengan gending dolanan anak, tari nusantara, musik bambu, dan kethoprak.

Kemudian pada hari kedua pertunjukannya berupa barongsai, Ari Sesonderan, Lembu Miluhur, Tari Citraning Tawang dan Tari Suko Pari Suko. Setelah itu disusul dengan kirab tumpeng dan pembacaan doa.

Selama semua rangkaian acara tersebut berlangsung, di tempat yang sama dilangsungkan ekspo atau pameran produk-produk UMKM terutama dalam bentuk kuliner dan kriya. Camat Jebres, Samsu Tri Wahyudin mengungkapkan, di Jebres terdapat beberapa kelurahan yang mempunyai produk khas yang memiliki daya tarik tinggi.

Misalnya Kelurahan Kepatihan Kulon, populer dengan makanan tradisional bernama Kaleman. Kemudian di Kelurahan Mojosongo ada sejumlah pengrajin kriya seperti kandang burung dan kerajinan tempurung kelapa. Bahkan ada sebagian dari pengrajin tersebut yang sudah berhasil menembus pasar luar negeri atau ekspor.

Selain itu, ada kelurahan lain yang warganya lebih tertarik mengembangkan diri melalui dunia seni seperti barongsai, reog, tari tradisional, dan masih banyak lagi. Semua saling bekerjasama dan bahu membahu untuk mendukung Solo sebagai kota budaya. Bahkan sejak 18 tahun lalu, sudah ada upaya merintis dan menggali setiap potensi yang ada.

Kethoprak Kolosal

Sebagai penutup dari seluruh rentetan acara, panitia Srawung Budaya Jebres menggelar atraksi khusus kethoprak kolosal dengan lakon Mimis Kencana. Pergelaran ini melibatkan camat dan seluruh lurah di Kecamaan Jebres sebagai pemain. Ceritanya mengambil latar belakang masa penjajahan Belanda terutama Perang Jawa atau Perang Diponegoro tahun 1885 – 1830.

Sinuhun Pakubuwono (PB) VI yang diperankan oleh Samsu berniat memberi bantuan kepada Pangeran Diponegoro kendati harus sembunyi-sembunyi. Melalui sebuah strategi yang dikasih nama Mimis Kencana, raja dari Keraton Kasunanan Solo ini mengelabui Belanda, seakan-akan membela mereka. Padahal tindakan ini bertujuan melindungi warga dari malapetaka perang.  

Ketua penyelenggara Srawung Budaya Jebres, Anggoro Budi Prasetyo mengungkapkan, pada gelaran tahun-tahun sebelumnya selalu ditutup dengan pertunjukan wayang. Namun untuk kali ini yang jadi pilihan adalah kethoprak kolosal dengan alasan agar dapat menghadirkan nuansa baru.

Melalui pentas tersebut diharapkan pula bisa terjalin komunikasi yang lebih baik antara camat, lurah, dan masyarakat. Terlebih mengingat ada sebagian lurah yang masi baru atau belum lama mengemban tugas di wilayah tersebut, sehingga dapat menjadi media untuk mengenalkan diri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...