Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaWiyosan Setu Pon Mangkunegaran, Aset Budaya Yang Masih Terjaga Kelestariannya

Wiyosan Setu Pon Mangkunegaran, Aset Budaya Yang Masih Terjaga Kelestariannya

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Selama dua malam berturut-turut dari Sabtu – Minggu (28 – 2 / 9 2024), Pura Mangkunegaran mengadakan acara Wiyosan Setu Pon di Pendapi Ageng dan Prangwedanan. Sesuai tajuknya, pergelaran ini secara rutin diadakan setiap lima pekan (selapan / 35 hari) sekali dalam rangka memperingati hari kelahiran (weton) Mangkunegara IX dan Mangkunengara X yang kebetulan sama.

Pada malam pertama, digelar klenengan oleh para pengrawit atau penabuh gamelan, swarawati dan wiraswara. Klenengan merupakan suatu sajian musik tradisional Jawa atau gamelan yang ditampilkan atau diperdengarkan secara khusus dan mandiri, sehingga tidak mempunyai kaitan dengan pertunjukan lainnya.

Melalui gending-gending dan tembang yang mengalun merdu, pemirsa bisa menikmati suasana begitu syahdu dan tenang hingga masuk ke relung hati. Pada kesempatan kali ini tersaji empat untaian gending, kemudian disambung dengan gending baku yang terdiri dari Ketawang Puspa Warnda dan ayak Kaloran sebagai pungkasan.

Selanjutnya pada malam kedua atau Sabtu, di Pendapi Prangwedan (prawedanan) digelar dua kesenian tari khas Mangkunegaran, Bedhaya Langen Mataya dengan jumlah penari sebanyak sembilan putri dari Komunitas Langen Mataya. Meski hampir semua penarinya sudah masuk usia paruh baya dan sepuh, tapi tetap mampu menghipnotis penonton melalui gerak tubuh yang halus dan bernuansa magis.

Selain itu ada Beksan Wireng Janaka Supala yang merupakan kombinasi tari putra gagah dan putra alus. Pertunjukan yang menampilkan dua penari ini megandung petikan kisah dari cerita Mahabharata. Sedangkan penampilnya berasal dari Kemantren Langen Praja dan beda dengan tarian pertama, kali ini lebih bernuansa lincah dan dinamis.

Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Usai pergelaran tari, dilanjutkan acara lain berupa diskusi dengan menghadirkan Gusti Raden Ajeng (GRAj) Anciliasura Marina Sudjiwo. Perempuan ini merupakan putri dari mendiang Sri Mangkunegara IX sekaligus adik dari Sri Mangkunegara X atau Gusti Bhre.

Dalam kesempatan tersebut GRAj Anciliasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat memiliki rasa cinta terhadap budaya Jawa dengan segala tradisinya. Menurutnya, kebudayaan Jawa itu dapat dibawa ke masa sekarang, sehingga sudah sepantasnya jika genarasi muda ikut aktif melestarikannya.

Gusti Sura juga merasa sangat gembira dan bangga karena ada sebagian penonton yang berasal dari luar kota dan datang secara khusus ke Pura Mangkunegaran untuk menyaksikan acara ini. Baginya hal tersebut merupakan bukti jika kesenian dari Pura Mangkunegaran dapat menjadi magnet atau daya tarik pariwisata khususnya yang berbasis budaya.  

Pada kesempatan yang sama turut hadir ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo, Resparti Ardi. Melalui diskusi tersebut dia menyampaikan harapannya agar pertunjukan atau kegiatan seni semacam ini tidak hanya diadakan di Pura Mangkunegaran saja, namun juga di tempat lain. Demikian pula variasinya, perlu ditambah agar bisa menarik minat wisatawan.  

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...