Tuesday, September 15, 2026
HomeMusikDebu Tak Halangi Liarnya Crowd Rock In Solo 2014

Debu Tak Halangi Liarnya Crowd Rock In Solo 2014

Published on

- Advertisement -spot_img

debu tak halangi rock in solo-post__

Siang itu, matahari bersinar dengan terik. Namun, panasnya sengatan tak diindahkan oleh segerombolan orang yang berpesta di moshpit. Beragam gerakan dansa liar, mereka pertontonkan seiring deru distorsi dan drum blasting yang semakin kencang. Pasca tampilnya Rising the Fall, panggung Rock In Solo 2014 diokupansi oleh pasukan thrash metal, Godless Symptoms.

Sebagai band yang konsen menuliskan lirik bertema politik, puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi, mengawali langkah mereka ke atas panggung. Horn sign dari para metalheads menyambut kedatangannya. Selanjutnya, tanpa ampun mereka membombardir massa. Dibawakannya “Paranoia”, sukses membakar suasana Rock In Solo 2014. Penonton yang masih malu-malu di lagu pertama, dibuat beringas oleh lagu yang diambil dari album Negeri Neraka tersebut.

Liarnya crowd Rock In Solo 2014, membuat banyak debu beterbangan di arena. Debu yang membumbung tinggi, seakan tidak dipikirkan oleh mereka. Bahkan, tanpa komando, mereka membentuk circle pit. Melihat reaksi metalheads, sang vokalis Godless Symptoms, Baruz, angkat topi terhadap kehebatan skena musik metal Solo. “Kalian warga Solo memang keren dengan membuat acara seperti ini, yang diberi dukungan langsung oleh pemerintah,” ujarnya.

Sejak mengawali debut dengan merilis album Crossover pada 2007, tahun ini merupakan kali pertamanya mereka menginjakkan kaki di Kota Bengawan, lewat gelaran akbar Rock In Solo 2014, Sabtu (11/10/2014) lalu. Band yang digawangi oleh Baruz (vokal), Tom (gitar), Decay (gitar), Goesti (drum), dan Lukita (bass) ini, tampil trengginas dengan muatan dari tiga albumnya.

Sebanyak enam amunisi mereka gelontorkan dari amplifier. Nomor anthemic “Beraksi Lewat Distorsi”, membuat massa ber-sing along di bagian chorus yang catchy. Bahkan, Baruz sempat melemparkan microphone ke arah crowd untuk mengajak mereka bernyanyi bersama. Sebagai penutup Rock In Solo 2014, band asal Bandung ini membawakan “Anjing Iblis”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...