Friday, June 12, 2026
HomeSeni dan BudayaMalam Itu, Kursi-Kursi Kosong GWO Sriwedari Terisi Penuh

Malam Itu, Kursi-Kursi Kosong GWO Sriwedari Terisi Penuh

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Tidak terasa Wayang Orang Sriwedari telah berusia 109 tahun. Sabtu (20/7/2019), Keluarga Besar Wayang Orang (WO) Sriwedari bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta menggelar pementasan untuk merayakan hari jadi WO Sriwedari.

Pertunjukan kali ini mengangkat tema “Untaian Kisah Menembus Kasih” dengan lakon “Mahabharata Adibrata” yang mengisahkan tentang perjalanan Pandawa sejak mendirikan kerajaan Amarta (Indraprasta).

Lakon “Mahabharata Adibrata” mempunyai makna dan filosofi tentang sebuah kemenangan tidak bisa diukur dengan kekuatan, melainkan kemenangan itu manakala kita bisa merasakan dan menerima dengan hati tulus dan ikhlas. Mahabarata membicarakan tentang epos perang antara Pandawa dan Kurawa, sedangkan Adibrata adalah kata-kata yang diambil dari bahasa Kawi yang mempunyai arti perbuatan  baik. Pagelaran kali ini mengangkat cerita Mahabarata dari India yang dikembangkan dengan filosofi Jawa.

Banyak pesan yang ingin disampaikan kepada penonton, salah satunya kemengan Pandawa terhadap Kurawa yang menyisakan kesedihan Puntadewa karena harus kehilangan saudara. Ia bertekad tidak akan ada lagi peperangan di dunia ini.



Acara dibuka oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dengan memotong tumpeng yang diberikan kepada pemain Wayang Orang Sriwedari. Dalam sambutannya, Rudy berharap agar event ini dapat memasyaratkan kembali seni dan budaya, khususnya wayang orang. “Pagelaran Wayang Orang Sriwedari juga sudah diikuti beberapa kelurahan di Solo, seperti Kelurahan Penumping dan Kelurahan Pucang Sawit. Karena ini menjadi salah satu dukungan menuju Solo Kota Kreatif Seni Pertunjukan Tingkat Dunia,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-109 kali ini disambut suka cita masyarakat. Jika biasanya banyak kursi kosong, malam itu Gedung WO Sriwedari dipenuhi oleh penonton. Kursi di dalam dan balkon atas penuh.

Banyak juga warga yang tidak kebagian kursi. Mereka akhirnya nonton dari layar yang disediakan panitia di luar Gedung WO Sriwedari.

Tak hanya bisa nonton pementasan, penonton juga bisa melihat-lihat pameran foto pertunjukan WO Sriwedari dari masa ke masa. Selain itu, disediakan photobooth yang dihiasi tokoh WO Sriwedari.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...