Thursday, February 19, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPentas Perdana Jin Hi Kim Di Solo

Pentas Perdana Jin Hi Kim Di Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

PENTAS-PERDANA-JIN-HI-KIM-DI-SOLO

Pentas dengan tajuk Merayakan Seni Etnik dalam Waktu tersebut mengawali penampilan Jin Hi Kim di Kota Bengawan tepatnya di Balai Soedjatmoko dan keenam kalinya di Indonesia. Sebelumnya ia pernah bermain di Art Summit Festival (2004), Festival Salihara (2010), dan pada 13 Agustus lalu ia menjadi penutup Toraja International Festival 2014.

Ditemui usai menggelar pertunjukannya, wanita kelahiran 57 tahun silam ini menerangkan bahwa ia dan teman satu kolaborasinya melakukan beberapa latihan di Candi Kalasan, Candi Plaosan, dan Candi Ratu Boko. Ketika ditanyai kenapa memilih candi sebagai tempat latihan, Jin Hi Kim menjawab, “Energinya begitu berbeda. Ketika kami masuk, kami menjadi sangat fokus, sehingga tidak terasa waktu berjalan dengan cepat.”

Jin Hi Kim yang kini berdomisili di Amerika Serikat tersebut memang dalam praktiknya tidak hanya menyuguhkan lantunan musik yang biasa. Ketika komungo ia petik, Jin Hi Kim tidak hanya memainkan, melainkan juga menjiwai. Rasa yang timbul dari suara merdu alatnya ibarat obat penenang bagi jiwa yang resah.

Adalah wajar ketika kita seperti merasa terhipnotis tatkala mendengarkan alunan instrumen Jin Hi Kim yang mempunyai panjang 162 cm dan lebar 23 tersebut. Tak lain tak bukan, menurut Jin Hi Kim, bebunyian yang ia keluarkan merupakan pengejawantahan dari meditasi. “Di Amerika, terdapat banyak masalah mental yang mendera orang-orang. Melalui komungo, saya membuat workshop untuk penyembuhan mereka. Saya membuat musik untuk kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dalam sesi diskusi pasca pementasan.

Energi yang besar dari komungo dirasakan pula oleh Galih Nagasena. Ketika ia memainkan suling gambuh, shakuhachi, dan didgeridoo miliknya, ia harus bisa mengimbangi keluaran suara alat musik pentatonis itu. Menurutnya, dalam  mengimbanginya, dibutuhkan respon energi dan bunyi agar menjadi satu rasa serta satu harmoni. “Kami tadi tidak menyamakan nada, lebih ke harmoni suara. Dari pencapaian suara akhirnya kami mendapatkan satu harmoni yang sama. Kalau kita sudah sama-sama tune in, sudah satu rasa, enak jadinya,” terang Galih.

PENTAS PERDANA JIN HI KIM DI SOLO2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...