Wednesday, September 30, 2026
HomeLainnyaKisah Jenang Kudus

Kisah Jenang Kudus

Published on

- Advertisement -spot_img

JENANG-KUDUS

Jenang makanan khas Indonesia yang disukai banyak kalangan ini menjadi primadona masyarakat bila sedang travelling ke Kota Kudus. Jenang Kudus, tak jauh berbeda dengan dodol Garut maupun dodol betawi. Namun teksturnya membedakan dari dodol-dodol di daerah jawa bagian barat, jenang biasanya lebih berminyak dan lebih lentur. Kudus merupakan kota yang terkenal akan jenangnya yang berasal dari Kaliputu. Semua makanan, adalah bagian dari budaya yang dilahirkan di negeri ini, jenang pun mempunyai cerita akan kehadirannya ditengah-tengah masyrakat.

Pada zaman saat mendiang Sunan Kudus masih hidup, ada sebuah cerita dimana cerita ini berkembang di masyarakat karena diusung-usung sebagai asal muasalnya makanan manis bernama jenang yang berasal dari Kota Kudus ini. Alkisah seorang kakek yang di dikenal dengan nama mbah Dempok mengajak cucunya main di kali (sungai) untuk bermain burung dara yang bisa dibuat balapan. Namun, di tengah kesibukan mbah Dempok sang cucu tercebur ke dalam sungai dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Saat warga ramai-ramai melihat kejadian ini, datanglah sang sunan dengan seorang muridnya bernama sadirin. Menurut Sunan Kudus bocah ini sudah mati karena tidak ada nafas yang yang keluar dari saluran nafasnya, namun Sadirin berkata lain. Bocah ini masih hidup, namun ia mengalami yang namanya ‘mati suri’.

Sadirin cekatan meminta para ibu-ibu untuk membuatkan jenang gamping. Padahal gamping adalah campuran dengan semen dalam pembuatan tembok. Namun dari pembuatan jenang inilah cucu mbah Dempok kembali hidup dari mati sementaranya. Hal ini dikisahkan oleh sunan kudus, bahwa masyarakat desa Kaliputu akan mendapatkan pemasukan dari hasil jenang kelak. Benar terjadi hingga saat ini, maka dari itu Desa yang bernama Kaliputu, kali (sungai) dan putu (cucu) ini sebagian besar masyarakatnya mempunyai industri jenang. Hingga dengan rasa syukur karena dalam penjualan jenang bisa mendapatkan untung, akhirnya diadakan acara “Kirab Tebokan” disetiap tahunnya.

Tuh kan, setiap makanan pasti ada asal usulnya. Yuk, jadi masyarakat yang pintar budaya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Bukan Cuma Muaythai! Ada Grappling & MMA di Kejurprov Jateng 2026 Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jawa Tengah 2026 digelar pada Sabtu-Minggu (25-26/7/2026) di...

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...