Soloevent.id – Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival Dalang Cilik dan Tari, Jumat-Sabtu (17-18/4/2026) di Halaman SDN Negri Tugu Jebres Solo. Festival ini merupakan agenda tahunan untuk memperingati peresmian Kampung Seni dan UMKM di RW 10 dan 11 Kentingan yang telah dikukuhkan sejak tahun 2022 lalu. Tahun ini menjadi kali keempat digelar dengan serangkaian kegiatan menarik seperti panggung kesenian, lomba mewarnai wayang, pameran UMKM, kerajinan tangan, urban farming, seni kaligrafi dan kuliner.
Salah satu kegiatan yang digelar yaitu lomba mewarnai wayang. Lomba mewarnai ini menjadi salah satu upaya mengenalkan wayang kepada anak-anak. Kegiatan ini diikuti oleh 80an siswa-siswi dari berbagai sekolah di Solo. Selain lomba mewarnai, acara ini juga menampilkan berbagai hiburan tarian dan penampilan dalang. Seperti penampilan Sanggar Seni Pameling Wonogiri menarikan Tari Nandak Ajer, Penampilan Sanggar Pameling menarikan Tari Tanjung Baru dan Penampilan Sanggar Pameling Tari Wanci Kahuripan dengan penari Rama Sekar Kinanti.





Tahun ini, Festival Dalang Cilik dan Tari juga berhasil memecahkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) melalui pentas kolosal yang melibatkan 200 penari dan dalang cilik kolaborasi siswa dari berbagai sanggar di Solo Raya.
Ketua Panitia Acara, Topan Setiawan Topan Setiawan mengatakan, “Festival ini mengusung misi besar sebagai bentuk perlawanan terhadap arus budaya asing yang kian masif. Melalui penguatan seni pedalangan dan tari bagi anak muda, identitas budaya lokal diharapkan tidak akan terkikis oleh tren mancanegara. Selain aspek seni, pemberdayaan UMKM dalam festival ini juga bertujuan untuk membongkar hambatan mental warga agar lebih berani memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri. Tujuannya adalah apresiasi terhadap seni. Ketika anak muda punya hobi dalang, itu adalah bentuk culture agar kita tidak terkikis budaya populer mancanegara,” ujarnya usai acara, Sabtu (18/4/2026).





