Thursday, February 12, 2026
spot_img
HomeLainnyaKisah Dodol Garut

Kisah Dodol Garut

Published on

- Advertisement -spot_img

dodol-garut

Daerah Sunda, sebuah makanan khas yang digadang-gadang berasal dari Kota garut sudah terkenal di berbagai sudut mancanegara. Jenis dodol garut bermacam-macam, namun yang sangat terkenal adalah dodol picnik dan chocodot. Tak kalah dengan jenang yang ada di Kudus, dodol juga panganan manis yang kaya akan cita rasa. Namun, teknik pembungkusan dodol Garut tergolong unik, yakni menggunakan daun jagung yang sudah kering. Orang-orang banyak yang menyukai dodol garut karena rasanya yang khas dan lain dari pada dodol-dodol lainnya. Kelenturan serta rasa yang begitu varian membuat dodol garut ini menjadi maskot makanan kota yang bertetangga dengan Kota Tasik.

Awalnya dodol Garut hanyalah makanan ringan yang suka dijajakan oleh penjual oleh-oleh di Kota garut. Namun semakin hari semakin banyak orang yang menggemarinya. Asal mula dodol Garut belum ada filosofi siapa penemu dan pembuat pertama kali. Yang jelas dodol garut di produksi pertama kali dengan produksi kecil rumahan dan ada pertama kali di tahun 1800-an. Di jaman penjajahan Belanda dodol Garut sudah terkenal luas dikalangan para mener dan noni belanda. Bahkan, noni-noni belanda kala itu pandai sekali membuat dodol.

Semakin berkembangnya zaman, dan semakin canggihnya teknologi modern. Dodol garut kini memiliki banyak varian rasa yang berbeda. Bahkan, seorang pengusaha sudah mempunyai brand ternama atas merk dodol garutnya yang sukses. Jika diulas kembali dengan dodol betawi dan jenang jelas saja, semua punya versi tersendiri dalam sejarah dan asal usul dodol di setiap daerahnya masing-masing. Namun, tetap saja walaupun nama dan tempat asal makanan yang dimasak dalam 4 jam ini berasal dari satu negara sama yaitu indonesia.

Sebagai masyarakat tentunya kita akan bertanya-tanya mengapa dodol dan Jenang beraneka ragam bentuknya. Ya inilah manusia semakin berkembangnya ilmu yang ada maka variasi dalam membuat makanan khas selalu inovatif dalam penghidangannya. Namun, tak menghilangkan tekstur asli dari panganan itu sendiri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Solo Full Energi! 35 Kabupaten/Kota Tumpah Ruah di FORDA Jateng, Aksi Battle Dance Curi Perhatian di CFD!

Soloevent.id - Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 digelar pada 5 hingga...

5 Artis Indonesia yang Suka Lari Maraton: Dian Sastrowardoyo Hingga Gisella

Soloevent.id - Dibandingkan dengan jenis olahraga lain, lari dikenal sebagai olahraga paling ekonomis dan...

Rapma FM Rayakan Milad ke-28 Lewat Rapmafest #12

Soloevent.id - Surakarta, 3 Agustus 2025 – Rapma FM, radio komunitas di bawah naungan...