Monday, August 24, 2026
HomeSeni dan BudayaReog: Kesenian Yang Perkasa

Reog: Kesenian Yang Perkasa

Published on

- Advertisement -spot_img

REOG-PONOROGO-01

 

Soloevent.id – Tahun ini, Festival Semarak Singo Barong kembali digelar di Kota Solo . Bagi yang balum tahu, singo barong (singa raksasa) adalah tokoh utama dalam kesenian barongan atau yang lebih dikenal dengan sebutan reog. Kalau kamu masih menerka reog itu seperti apa, ulasan singkat di bawah ini jangan sampai terlewat, ya.

 

Reog adalah kesenian yang mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak, yang berbentuk kepala harimau dan dihiasi helai bulu-bulu burung merak. Tingginya sekitar dua meter, beratnya pun tidak tanggung-tanggung, bisa menacapai 50 kilogram! Mereka harus menahan dengan kekuatan gigitan gigi selama pertunjukan berlangsung.

 

REOG-PONOROGO-01

 

Ada yang bilang, kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra. Salah satunya dengan memakai susuk di lehernya. Namun, benar tidaknya dikembalikan ke kepercayaan masing-masing. Yang jelas para pembarong harus menjalani latihan dulu. Jadi, kalau kamu belum terlatih, jangan sekali-kali deh mencobanya.

 

Saat pertunjukan berlangsung, para penari diiringi musik rancak. Instrumennya meliputi kempul, ketuk, kenong, genggam, kendang, angklung, dan salompret yang menyuarakan nada slendro dan pelog. Atmosfer musiknya sangat unik dan membangkitkan semangat.

 

Satu grup reog biasanya terdiri dari warok, penari jatilan, Bujangganong, Klana Sewandana, dan barongan. Totalnya berkisar 20 hingga 30-an orang. Tapi peran utamanya tetap berada pada warok dan pembarongnya.

 

REOG-PONOROGO-03

 

Jika dulu reog sarat dengan unsur mistis, sekarang persepsi tersebut semakin ditinggalkan dan lebih mengedepankan unsur estetika seni panggung dan gerakan-gerakan koreografis. Kini reog Ponorogo menjadi sangat terbuka dengan perubahan ragam geraknya. Terdapat alur cerita, dan ada urutan siapa yang tampil lebih dulu. Saat salah satu tokoh beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol.

 

Dahulu, kesenian reog berkembang di Jawa Timur. Akan tetapi sekarang hampir tiap daerah punya kelompok kesenian reog. Seiring waktu berjalan, kesenian reog pun dilombakan. Festival Semarak Singo Barong adalah salah satu contohnya.

 

 

Teks: Yasinta Rahmawati

Foto: dokumentasi Soloevent

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...

Pertama di Solo! Intip Keseruan HYROX di Hybrid Race & Rave 2026

Soloevent.id - Event olahraga Hybrid Race & Rave 2026 yang diinisiasi oleh Grand Onyx...

Sambut HUT RI Ke-81, The Park Mall Solo Gelar Lomba Bakiak Hingga Tarik Tambang

Soloevent.id - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, The...

More like this

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...