Wednesday, August 5, 2026
HomeSeni dan BudayaFungsi Topeng Dari Masa Ke Masa

Fungsi Topeng Dari Masa Ke Masa

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di masa pemerintahan raja Perancis sudah dikenal topeng besi, bila kita melihat legenda dalam film raja Louis 16 dengan cerita topeng besinya. Kita juga mengenal topeng besi saat masa perang kenabian Rosul SAW dengan menggunakan topeng besi sebagai pelengkap dari baju zirah untuk melindungi diri saat perang. Jadi apa fungsi topeng dari masa ke masa ?

Proses Pembuatan

Zaman kerajaan dahulu topeng itu tidak terbuat dari kayu tapi dari batu. Fungsinya bukan untuk menari tapi untuk persembahan pada dewa (sumber;Karimun) . Ketika topeng kemudian berkembang untuk kesenian dan untuk menari maka kemudian topeng terbuat dari kayu yang awalnya berfungsi untuk mengganti wajah dengan karakter baru tanpa harus berdandan. Topeng juga digunakan oleh Panji Asmara Bangun atau Raden Inu Kertapati  yang berkelana dan mbarang jantur, atau mengamen dengan musik dan tari sebagai penyamarannya untuk mencari istrinya yang hilang yaitu Dewi Sekartaji atau putri Galuh Candrakirana dari Kediri. Maka kemudian kesenian  topeng berkembang di Malang  Jawa Timur yang dikenal sebagai topeng Malangan.

Pada kesenian tari klasik di jawa dikenal satu tarian dengan adegan sendratari yaitu cerita Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji dengan episode pendek.  Atau kita bisa melihat tari topeng kelono  jika topeng panji Asmara Bangun berwarna putih maka  topeng  kelono warnanya merah menyala, satu karakter dar prajurit yang gagah. Tariannya pun dengan tempo gamelan yang agak cepat. Di awal tarian penari yang biasanya dibawakan seorang penari perempuan belum memakai topeng, beberapa menit adegan pembuka lalu penari itu berjongkok dan menunduk memakai topeng merah saat itu bunyi gamelan mengalun agak pelan kemudian  bangkit lagi menjadi karakter yang berbeda dan  music gamelanpun berbunyi dengan tempo lebih cepat lagi.  Di akhir tarian juga sama, penari itu menunduk, musik mengalun lambat, dan penari itu membuka topengnya. Jadi awal dan akhir tarian kita bisa melihat wajah asli penari.  Dan bagi penonton adegan awal dan akhir itu adalah sebuah lambing keterbukaan dan kejujuran bukan keterpengecutan sebagai sifat ksatria yang ingin dipesankan pada tarian topeng kelono itu.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

More like this

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...