Soloevent.id – Solo Investment Forum (SIF) 2025 sukses digelar pada Jumat (12/12/2025) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo Laweyan Solo. Forum SIF 2025 ini terbuka untuk umum sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha, akademisi, investor, dan masyarakat umum untuk melihat lebih dekat potensi ekonomi Kota Solo.
SIF 2025 menghadirkan Tiga Festival Utama yang bisa menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis di Solo. Ada Festival Aset yang menyuguhkan pameran aset milik Pemkot Solo, BUMD dan sektor swasta.
Kemudian Festival Anggaran yang membahas tentang arah kebijakan dan rencana anggaran Pemkot Solo 2026. Festival ketiga, Investment Clinic memberi kesempatan masyarakat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan atau peluang investasi di Solo.
Dengan gabungan pameran aset, paparan kebijakan anggaran 2026, dan layanan konsultasi investasi langsung, SIF 2025 digadang sebagai forum paling strategis bagi investor yang ingin masuk ke Solo.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengatakan, sebagai kota budaya dan industri kreatif serta pariwisata, setidaknya ada sekitar 664 event yang digelar setiap tahun di Kota Surakarta. Dari ratusan event dari berbagai skala tersebut, nilai transaksinya dapat mencapai sekitar Rp10 triliun. Kota Surakarta juga menjadi center of knowledge atau pusat pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Investasi sumber daya manusia di Kota Surakarta menjadi penting, untuk mengembangkan pengetahuan dan kepribadian. “Kami juga mulai kembangkan medical dan wellness tourism, jadi kita siap menjadi kota yang menawarkan bugar tidak hanya secara raga tetapi juga jiwa,” ujarnya.
Selain itu, SIF 2025 juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan regional sebagai pembicara kunci, antara lain Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan pengusaha nasional Sandiaga Uno.
Di bidang akademik dan kebijakan, hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Solo Weni Hastuti, peneliti Ginanjar Rahmawan, perwakilan Kementerian Investasi Dedi Latip dan ekonom LPS Muhammad Rifqi.





