Tuesday, May 19, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Payung Indonesia 2025, Sajikan Payung Catra Panji hingga Pameran Kesenian Lainnya.

Festival Payung Indonesia 2025, Sajikan Payung Catra Panji hingga Pameran Kesenian Lainnya.

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (5-7/9/2025) di Taman Balekambang Solo. Festival Payung Indonesia 2025 bukan hanya sebatas ajang seni biasa, melainkan gabungan semangat kebersamaan yang memadukan keindahan yang dikemas secara modern dan inovatif. Payung yang biasanya menjadi alat pelindung panas dan hujan itu kini menjadi medium kolaborasi dan bagian agenda seni tahunan.

FESPIN yang sudah memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan juga menghadirkan beragam kegiatan. Mulai dari Parade Payung Nusantara, Pameran Payung Catra Panji hingga panggung kesenian yang diisi oleh berbagai sanggar dan komunitaa seni berbagai daerah.

Salah satu penampil dari Sanggar dan Komunitas Anjawani Hasta Maheswari Art Jogjakarta yang menampilkan sebuah Tarian Catra Sungsung. Sebuah penampilan dari kisah payung dalam upacara labuhan. Payung bukan hanya simbol untuk melindungi dari dari sinar matahari tetapi lebih dari itu sebagai makna simbol dari penguasa atau pemimpin yang membawa damai. Sebagaimana payung menaungi raja untuk meneduhkan, mengayomi dan menghidupkan warisan. Dalam senyumnya ada harapan, dalam langkahnya tumbuh kesejukan dan dalam tutur katanya budaya dijaga.

Dalam FESPIN 2025 juga menghadirkan pameran payung dari masa ke masa. Ada beragam payung FESPIN yang dipamerkan dari edisi perdana tahun 2014 hingga tahun 2025. Salah satunya yang dipamerkan berupa payung Catra Panji Artefak Payung Batik Nusantara. Sebuah payung batik klasik dari bahan kain batik dan bambu dengan diameter 70 cm dan tinggi 63 cm. Ini mempunyai nilai historis sebagai hiasan dekoratif dalam pertunjukan dan festival.

Tidak hanya itu, FESPIN 2025 juga menghadirkan Pasar Festival dan Selasar Solo Art Market yang menjadi etalase kreativitas, mulai dari kerajinan tangan, karya seni, hingga fesyen kekinian hasil karya komunitas dan UMKM lokal. Sebagai ruang perjumpaan seni dan budaya, FESPIN diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga ruang interaksi yang mempertemukan berbagai pegiat kesenian budaya terutama seni payung di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

More like this

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...