Wednesday, May 13, 2026
HomeSeni dan BudayaPanggung Gamelan Ethnic Musik Festival Tampilkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern

Panggung Gamelan Ethnic Musik Festival Tampilkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest) 2025 telah digelar selama dua hari pada 22-23 Agustus 2025 di Halaman Balaikota Solo. Penampilan GEMFest 2025 kali ini dibalut dengan konsep kolaborasi grup musik gamelan tradisional dan modern. Kolaborasi luar biasa ini bertujuan untuk merayakan tradisi musik gamelan Indonesia yang dinilai berharga.

Pada hari kedua menampilkan kelompok kesenian Angin Ribut Madura. Penampilan Angin Ribut tidak hanya menyajikan ritme musik yang dinamis dan enerjik, tetapi juga mengangkat identitas budaya Madura melalui kostum, koreografi dan alat musik tradisional yang khas.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari sanggar Adicipta Paundrakarna Production. Lalu, penampilan dari Saron Groove Yogyakarta. Grup musik kontemporer ini menampilkan sebuah pertunjukan yang memadukan komposisi unik antara musik gamelan dan musik eletronik. Kemudian, penampilan dari grup sanggar Omag Cangkem Yogyakarta yang menampilkan teatrikal yang mengangkat kisah perjuangan Pangeran Diponegoro melalui cerita rakyat kancil dan keong.

Penampilan selanjutnya dari Artaxiad Gamelan Syndicate. Semakin malam semakin meriah dengan penampilan dari Lala Atilla dan Sujiwo Tejo dalam waktu Indonesia berdendang. Menjelang penutupan dengan pembacaan pantun budaya oleh Direktur Musik Kemenpar RI, Amin Abdullah, lalu dilanjutkan pembacaan pantun oleh Wakil Wali Kota Surakarta yang sekaligus menutup acara GEMFest 2025 secara resmi.

GEMFest 2025 dengan tema “Voice of Resonance” GEMFest 2025 mengajak masyarakat untuk menyuarakan kesenian gamelan dan musik etnik sebagai karya seni adi luhur berbasis pelindungan kebudayaan dan tradisi yang menggerakkan kerajinan kreatif dan kesenian rakyat menjadi sebuah resonasi yang inklusif.

Sejak pertama kali hadir pada 2014, GEMFest terus berinovasi, dan tahun ini bertransformasi di bawah arahan Sruti Respati sebagai Creative Director. Festival musik etnik ini menghadirkan perpaduan tradisi dan inovasi, menjadikan gamelan bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga tontonan yang modern, megah, dan memikat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...