Tuesday, June 9, 2026
HomeSeni dan BudayaKenalkan Asal-Usul Sejarah dan Budaya Daerah Kepada Generasi Muda Lewat Tradisi Lisan...

Kenalkan Asal-Usul Sejarah dan Budaya Daerah Kepada Generasi Muda Lewat Tradisi Lisan Toponimi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menggelar Festival Budaya Surakarta setiap akhir pekan. Festival ini digelar setiap hari Sabtu di Ndalem Dojojokoesoeman.

Ada banyak kegiatan berbeda-beda setiap pekannya seperti olahraga tradisional, permainan tradisional, tradisi adat-istiadat, tradisi lisan toponimi dan tradisi seni keroncong. Acara ini bertujuan untuk melestarikan kesenian, tradisi dan budaya yang ada di Kota Solo.

Salah satu acara yang baru saja digelar yaitu tradisi lisan toponimi. Lisan Toponimi sendiri bermakna tentang asal-usul nama daerah yang diperoleh melalui informasi lisan, seperti wawancara dengan penduduk setempat atau cerita rakyat. Sementara Toponimi bermakna mempelajari nama-nama tempat, termasuk asal-usul, makna dan sejarahnya.

Menariknya dalam festival budaya tradisi lisan toponimi kali ini dikemas dengan konsep teatrikal. Dalam pertunjukan ini, cerita disampaikan melalui narasi dan drama yang dilakukan oleh anak-anak sekolah.

Dengan menggandeng beberapa sekolah-sekolah di Kota Solo, anak-anak tersebut berkesempatan untuk menampilkan bakat mereka dibidang kesenian dan sekaligus bisa mengenalkan budaya dan tradisi kepada generasi muda.

Sabtu (9/8/2025), Dua sekolah tampil yaitu teater golek dari SMAN 4 Surakarta dan teater tulang dari SMAN 6 Surakarta. Mereka menampilkan drama sejarah Lokananta dan tokoh Kie Gedhe Sala.

Pelatih teater golek SMAN 4 Surakarta, Budi Bodot Riyanto mengatakan, “Saya sebagai pelatih ekskul teater dari anak-anak SMAN 4 yang kebetulan juga mendapatkan tawaran dari Dinas Kebudayaan untuk menggarap sebuah projek bagaimana cerita-cerita sejarah ini bisa ditampilkan. Nah, maka saya ajak anak-anak didik saya untuk tampil disini. Sebelumnya mereka sudah riset terlebih dahulu dan latihan beberapa kali sebelum tampil disini. Sebenarnya, melalui panggung kesenian seperti ini anak-anak bisa belajar tentang sejarah secara tidak langsung dan mereka bisa ikut melestarikan budaya juga,” ujarnya kepada Solo Event.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...