Thursday, April 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKenalkan Asal-Usul Sejarah dan Budaya Daerah Kepada Generasi Muda Lewat Tradisi Lisan...

Kenalkan Asal-Usul Sejarah dan Budaya Daerah Kepada Generasi Muda Lewat Tradisi Lisan Toponimi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menggelar Festival Budaya Surakarta setiap akhir pekan. Festival ini digelar setiap hari Sabtu di Ndalem Dojojokoesoeman.

Ada banyak kegiatan berbeda-beda setiap pekannya seperti olahraga tradisional, permainan tradisional, tradisi adat-istiadat, tradisi lisan toponimi dan tradisi seni keroncong. Acara ini bertujuan untuk melestarikan kesenian, tradisi dan budaya yang ada di Kota Solo.

Salah satu acara yang baru saja digelar yaitu tradisi lisan toponimi. Lisan Toponimi sendiri bermakna tentang asal-usul nama daerah yang diperoleh melalui informasi lisan, seperti wawancara dengan penduduk setempat atau cerita rakyat. Sementara Toponimi bermakna mempelajari nama-nama tempat, termasuk asal-usul, makna dan sejarahnya.

Menariknya dalam festival budaya tradisi lisan toponimi kali ini dikemas dengan konsep teatrikal. Dalam pertunjukan ini, cerita disampaikan melalui narasi dan drama yang dilakukan oleh anak-anak sekolah.

Dengan menggandeng beberapa sekolah-sekolah di Kota Solo, anak-anak tersebut berkesempatan untuk menampilkan bakat mereka dibidang kesenian dan sekaligus bisa mengenalkan budaya dan tradisi kepada generasi muda.

Sabtu (9/8/2025), Dua sekolah tampil yaitu teater golek dari SMAN 4 Surakarta dan teater tulang dari SMAN 6 Surakarta. Mereka menampilkan drama sejarah Lokananta dan tokoh Kie Gedhe Sala.

Pelatih teater golek SMAN 4 Surakarta, Budi Bodot Riyanto mengatakan, “Saya sebagai pelatih ekskul teater dari anak-anak SMAN 4 yang kebetulan juga mendapatkan tawaran dari Dinas Kebudayaan untuk menggarap sebuah projek bagaimana cerita-cerita sejarah ini bisa ditampilkan. Nah, maka saya ajak anak-anak didik saya untuk tampil disini. Sebelumnya mereka sudah riset terlebih dahulu dan latihan beberapa kali sebelum tampil disini. Sebenarnya, melalui panggung kesenian seperti ini anak-anak bisa belajar tentang sejarah secara tidak langsung dan mereka bisa ikut melestarikan budaya juga,” ujarnya kepada Solo Event.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

More like this

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...