Sunday, February 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaBKTT UNS Sukses Gelar Pertunjukan Wayang Orang di RRI Surakarta

BKTT UNS Sukses Gelar Pertunjukan Wayang Orang di RRI Surakarta

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Terdapat sesuatu yang sangat istimewa pada Jumat, 29 November 2024 kemarin di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo, RRI Surakarta pada Jumat, 29 November 2024 kemarin. Di malam yang agak dingin tersebut digelar pertunjukan wayang orang oleh Organisasi Mahasiswa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional Universitas Sebelas Maret (BKTT UNS) Surakarta.

Dengan mengambil lakon ‘Kama Jaka Klewah’, tontonan tersebut hadir dengan tampilan yang sangat spektakuler. Bagaimana tidak, jumlah pemain atau penarinya mencapai ratusan orang, belum termasuk pengrawit atau penabuh gamelan sebanyak 19 orang ditambah pemain gerong dan pesinden masing-masing 2 orang.

Pergelaran ini diselenggarakan dalam rangka untuk memeriahkan event tahunan BKTT UNS yang acap disebut Pentas Produksi (Pempro) 2024. Meski sifatnya berbayar, tak menyurutkan para pencinta pertunjukan kesenian tradisional guna menyaksikan dan menikmati hiburan yang  begitu menarik tersebut.

Alur Cerita

Lakon Kama Jaka Klewah merupakan cerita Mahabarata yang mengambil kisah tentang Prabu Brihadrata. Pertunjukan diawali dengan kehadiran dua sosok wanita yang semua merupakan permaisuri dari Prabu Brihadrata, Raja kerajaan Magada. Mereka baru saja melahirkan bayi, namun masing-masing hanya berwujud setengah badan saja.

Mengetahui hal tersebut Prabu Brihadrata langsung merebut kedua bayi itu dan membuang ke tengah hutan. Tak lama kemudian ada raksasa perempuan bernama Nyai Jara yang menemukan dan berhasil menyatukan kedua bayi ini dalam satu tubuh kemudian memberi nama Jarasandha.

Setelah sekian puluh tahun mendapatkan perawatan dari Nyai Jara, Jarasandha tumbuh menjadi pemuda sakti mandraguna. Dia acap berkelana dari satu tempat ke tempat lain dan menghadapi berbagai peristiwa sekaligus punya ambisi besar dalam menjalani kehidupan.

Sempat Ada Kesulitan

Dewa, komposer gamelan dalam pertunjukan tersebut mengungkapkan, gendhing iringannya terdiri dari 35 gendhing. Sebagian merupakan hasil karya dia sendiri, sedangkan yang lainnya merupakan gendhing klasik dan garapan para komposer senior seperti Dedek Wahyudi, Rudi Punto, Aji Setyaji, dan almarhum Ki Blacius Subono.

Dalam wawancaranya dengan RRI Surakarta Dewa juga mengaku, dalam sesi latihan sempat muncul sejumlah kendala, terutama terkait dengan urusan koordinasi. Penyebabnya antara lain ada sebagian pengrawit yang memiliki kegiatan dengan organisasi lain di luar BKTT. Namun untungnya masalah tersebut bisa teratasi dengan baik.

Sehingga hasilnya, irama gamelan yang menjadi pengiring dalam sajian wayang orang tersebut berhasil berperan sebagai pendukung pertunjukan. Dari sinilah tercipta sebuah tontonan yang begitu apik, indah, dan spektakuler. Dalam setiap adegan selalu tercipta suasana dramatis dan menakjubkan.

Belum lagi kehadiran para penari yang juga tidak kalah berhasil dalam menyajikan seni gerak dan olah tubuh di atas panggung. Termasuk kostum, tata cahaya, hingga tata suara yang semua menjadi bagian dari pertunjukan, bikin tontonan tersebut menjadi semakin memukau. Sehingga wajar jika tidak ada satupun penonton yang beranjak dari kursi sebelum pertunjukan berakhir.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...