Friday, January 16, 2026
spot_img
HomeSeni dan Budaya11 Kelurahan Meriahkan Acara Srawung Budaya Jebres  

11 Kelurahan Meriahkan Acara Srawung Budaya Jebres  

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi potensi sumber daya yang besar dalam pembangun berkelanjutan. Sudah seharusnya pemerintah dan para pemangku kepentingan berkomitmen mempromosikan dan melestarikan kearifan lokal untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kearifan lokal dan tradisi masyarakat setempat dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Berawal dari komitmen tersebut, Kecamatam Jebres menggelar kembali acara Srawung Budaya Kecamatan Jebres pada tanggal 27-28 September 2024 di Halaman Kantor Kecamatan Jebres. Acara yang digelar selama dua hari ini mengangkat tema Srawung Kebudayaan, Ngreksa Pembangunan : Agawe Masyarakat Kecamatan Jebres Murih Tata Titi Tentrem Raharjo.

Adapun rangkaian kegiatan yang digelar seperti pentas kesenian budaya, UMKM kuliner dan kerajinan oleh 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Jebres. Acara dibuka dengan penampilan reog dan karawitan gending-gending dolanan. Semakin malam, acara semakin seru dengan penampilan atraksi musik lesung dari Kelurahan Purwodiningratan (RW 10). Mereka menampilkan teatrikal sederhana limbuk dan cangik dengan diiringi musik lesung wijaya kusuma. Penampilan mereka cukup menghibur dan mengundang gelak tawa penonton.

Penampilan selanjutnya yaitu Tarian Khatulistiwa dari Kelurahan Gandekan. Mereka menampilkan kolaborasi tarian berbagai daerah di Indonesia seperti tari Bali, tari Aceh, tari Jawa. Nathan perwakilan penampil Kelurahan Gandekan mengatakan, “Kami menampilkan tarian karena kami semua suka menari lalu kami ada ide untuk menampilkan tarian khas Indonesia. Profesi kami sebenarnya juga bukan penari tapi ada yang dari guru, apoteker, dinas kebudayaan. Karena kami punya hobi yang sama jadi kami tampilkan kesenian tarian ini. Selain itu, kami hanya latihan selama dua hari dengan kostum khusus yang kami buat sendiri,” ujar guru kesenian yang juga jebolan dari Batavia Dancer usai acara, Jumat (27/9/2024).

Sementara Ketua panitia acara Anggoro Budi Prasetyo mengungkapkan, “Acara ini mempunyai tujuan mengumpulkan budaya tiap kelurahan di wilayah Jebres agar lebih dikenal masyarakat luas. Memang dalam penyelenggaraan kali ini masih banyak kendala, biasanya tiap kelurahan kan sudah menggelar acara budaya masing-masing seperti tebar mina, grebeg sudiro, kirab apem dll. Tapi melalui acara Srawung Budaya Jebres ini, kami ingin mengumpulkan jadi satu agar seluruh kelurahan bisa tampil di panggung ini bukan hanya kelurahan tertentu saja,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan penampilan atraksi musik bambu dan pementasan ketoprak. Srawung budaya Jebres 2024 merupakan sebuah wadah yang mendukung seni dan budaya tingkat kecamatan, dimana kontributornya adalah seluruh kelurahan di wilayah Jebres. Di tahun 2024 ini, terdapat festival seni budaya dan acara UMKM makanan khas serta kerajinan lokal.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

Gak Ada Kembang Api di Solo? Ternyata Ini Alasan Haru di Balik Car Free Night (CFN) 2026!

Soloevent.id - Pemerintah Kota Surakarta memperingati malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan menggelar Solo...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...