Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaAda Makna Filosofi Dalam Tradisi Seserahan di Jawa

Ada Makna Filosofi Dalam Tradisi Seserahan di Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

Menurut tradisi Jawa, seserahan merupakan salah satu wujud pemberian hadiah dari keluarga calon pengantin pria untuk calon istri atau pasangan hidupnya. Isi serta bentuknya bermacam-macam dan masing-masing memiliki nilai atau makna filosofi yang berbeda-beda. Jadi bukan untuk menunjukkan kemewahan apalagi pamer kekayaan. Jika ingin tahu, berikut ini beberapa contohnya:

1. Perlengkapan Ibadah

Bagi calon pasangan yang beragama Islam, wajib mengasih perlengkapan ibadah seperti rukuh, sajadah, Alquran, dan sebagainya. Sedangkan yang menganut ajaran lain dapat menyesuaikan. Pemberian ini merupakan wujud doa dan harapan bagi kedua mempelai agar sesudah menikah nanti selalu taat pada ajaran agama.

2. Perhiasan

Menurut budaya Jawa, pemberian perhiasan dalam acara seserahan mengandung pesan bahwa istri harus mampu hadir sebagai cahaya kehidupan di keluarganya. Berdasarkan alasan inilah perhiasan tersebut biasanya terbuat dari emas atau logam mulia karena mampu memancarkan sinar yang lebih indah dan berkilau.

3. Busana

Barang lain yang ada dalam tradisi seserahan adalah busana beserta perlengkapan lain seperti kain jarik, selendang, hingga pakaian dalam. Pada umumnya sebelum diberikan, semua barang ini ditata sedemikian rupa hingga membentuk burung, kupu-kupu, dan lainnya sebagai simbol kemakmuran. Tetapi khusus pakaian dalam, mengandung pesan suami istri harus dapat saling menjaga martabat.

5. Sepatu dan Tas

Alas kaki terutama sepatu juga jadi salah satu seserahan yang wajib diberikan dalam seserahan. Ini merupakan simbol bahwa pasangan calon pengantin harus selalu melangkah bersama untuk menghadapi segala masalah dan rintangan setelah hidup bersama dalam biduk rumah tangga. Selain itu ada tas sebagai lambang suami punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya.

6. Alat Kecantikan

Maksud dari pemberian alat kecantikan atau kosmetik adalah harapan dari calon pengantin pria agar wanita yang kelak jadi istrinya bisa merawat diri dan berpenampilan menari. Namun tentu saja, pihak pria juga punya kewajiban memenuhi keperluan pasangannya agar tidak hanya bisa cantik secara lahiriah saja, melainkan juga batiniah.

7. Makanan

Makanan merupakan seserahan berikutnya dan biasanya diberikan dalam bentuk bahan seperti beras, gula, hingga bumbu masakan. Selain itu ada yang menambahi dengan berbagai kue dan roti. Pemberian ini adalah simbol bahwa calon mempelai pria memiliki kesungguhan hati untuk menjadikan calon istrinya sebagai pasangan hidup.

8. Buah-Buahan

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, buah adalah pangan atau makanan yang bisa memberi kebaikan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam keluarga. Sehingga yang diutamakan adalah buah segar dan dimasukkan dalam wadah berhias pita warna-warni agar kedua calon pengantin punya semangat tinggi mengarungi bahtera rumah tangga.

Itulah sederet barang yang paling kerap diberikan dalam acara seserahan menurut tradisi Jawa. Meskipun merupakan kebudayaan lama, hingga sekarang masih banyak yang mempertahankan pranata ini. Hanya saja seiring perkembangan zaman, tak sedikit yang memodifikasi agar bisa terlihat lebih kekinian tanpa meninggalkan subtansinya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...