Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeBisnisAda Imbauan Tak Boleh Berkerumun, Bagaimana Nasib Event Organizer?

Ada Imbauan Tak Boleh Berkerumun, Bagaimana Nasib Event Organizer?

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti yang kamu tahu, Indonesia dan negara-negara lain sedang terserang virus corona baru atau COVID-19. Solo termasuk salah satu kota yang terkena. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) selama dua pekan. Pemerintah pun mencanangkan masa tanggap darurat yang mengimbau segala bentuk kegiatan yang mengumpulkan banyak orang agar ditunda atau bahkan dibatalkan.

Merespon imbauan itu, banyak event di Kota Solo yang ditunda. Lalu, bagaimana kabar event organizer di Solo?

Menurut Owner Republic in Act (RIA) Production Ria Hadirahardjo ada enam event yang masih pending dan belum mendapatkan keputusan pasti dari klien apakah diundur atau batal. Mewabahnya COVID-19 ini membawa dampak signifikan bagi dirinya. “Hal ini memberikan efek stagnan pada kreativitas pekerja seni serta masyarakat penikmat seni, contohnya konser , pertunjukan, gathering, dan sebagainya,” ungkap Ria saat dihubungi Soloevent.

Namun, Ria tetap mendukung imbauan pemerintah untuk menunda acara/kegiatan yang melibatkan orang banyak/massal guna memutus rantai persebaran COVID-19.

Tak sedikit event konser, pameran, gathering yang ditunda. Sama-sama mendatangkan banyak orang, bagaimana dengan resepsi pernikahan? Apakah mengalami hal yang sama?

Soloevent menanyai Maxima Production, salah satu wedding organizer ternama di Solo. Menurut Founder & CEO Maxima Production Marsheilla Setiabudhi, bisnis yang dijalankannya turut terkena imbas dari pandemi COVID-19 ini. Hampir semua wedding event yang ditangani Maxima diundur.

Meskipun demikian, ada juga beberapa event pernikahan yang tetap berlangsung karena sudah memesan vendor jauh-jauh hari. Ada juga yang memilih karena alasan tidak bisa ditunda lagi, serta jumlah tamu yang terbatas antara kerabat dan teman dekat saja.

“Keputusan ditunda atau batalnya event kami berikan kepada klien karena kami serta merta tidak bisa membatalkan event,” terang Lala.



Walau kondisi sedang lesu, Lala dan tim tetap berproses dengan membicarakan konsep-konsep acara yang akan digelar di waktu mendatang. Menindaklanjuti imbauan pemerintah, proses berbagi ide tersebut dilakukan di rumah lewat video conference.

Sebagai pelaku event, Lala merasa prihatin melihat situasi ini. Banyak yang kena dampaknya, tak terkecuali rekan bisnisnya. Dia berharap dengan masyarakat bisa menjaga kesehatan, lebih berhati-hati dan selalu optimis bahwa semuanya pasti ada jalan keluarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...