Tuesday, October 20, 2026
HomeMusikCinta dan Keikhlasan W.R. Supratman dalam “Indonesia Raya”

Cinta dan Keikhlasan W.R. Supratman dalam “Indonesia Raya”

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Wage Rudolf Supratman (biasa ditulis dengan W.R. Supratman) adalah komponis yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia.  Pria kelahiran  Purworejo, 9 Maret 1903 tersebut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dengan cara berbeda.

W.R. Supratman merupakan anak lelaki satu-satunya yang dimiliki oleh Siti Senen dan suaminya, Djumeno Senen Sastrosoehardjo. Saat berusia enam tahun, ia kehilangan ibunya yang menjadi sumber semangatnya belajar di sekolah Boedi Oetomo, Jakarta. Setelah sang ibunda wafat, ayahnya yang merupakan Sersan di ketentaraan KNIL tidak terlalu mampu membiayai kehidupan dan membesarkan seluruh anaknya. Masa kecil Wage dijalani cukup berat.

Di tahun yang sama, kakak tertuanya yang bernama Roekiyem Soepratiyah dipinang oleh Willem Van Eldik. Soepratiyah diboyong ke Makassar mengikuti suaminya bertugas. Wage turut bersama mereka.

Di tempat barunya, W.R. Supratman melanjutkan pendidikan di ELS (Europe Large School), lalu lanjut ke Sekolah Angka Dua Makassar. Ia lulus pada 1917. Wage juga melakoni pendidikan kursus bahasa Belanda hingga memperoleh gelar KAE (Klein Ambtenaar Examen). Kemudian ia berlabuh di Normaal School, sebuah sekolah keguruan yang dibuat untuk menyiapkan tenaga pendidikan dan kependidikan. Semasa sekolah, Wage membentuk grup musik Black and White yang beraliran jaz.

Setelah menyelesaikan bangku pendidikan, beberapa pekerjaan sempat dilakoninya, seperti pengajar, penulis buku, karyawan perusahaan, dan wartawan. Saat itu, Wage menjadi wartawan surat kabar Sin Po.

Ia juga rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan nasional di gedung pertemuan Gang Kenari Jakarta. Dia berkenalan dengan banyak tokoh pergerakan nasional dan mulai menyiapkan diri ikut berkontribusi untuk kemerdekaan Indonesia. Dari situ, jiwa nasionalisme Wage semakin bersemi.

Wage yang memiliki jiwa seni memberi kontribusi pada kemerdekaan Indonesia melalui karya musik. Ia menciptakan banyak lagu bernuansa persatuan. Lagu pertama yang berhasil diselesaikannya adalah “Dari Sabang Sampai Merauke”. Awalnya lagu tersebut berjudul “Dari Barat Sampai ke Timur”.



Pada 1928, masterpiece-nya , “Indonesia Raya”, tercipta. Semula, Wage memberikannya judul “Indones, Indones, Merdeka, Merdeka”. Instrumen lagu tersebut pertama kali dimainkan pada Kongres Pemuda II. Dampak dari lagu “Indonesia Raya” tersebut benar-benar berhasil menyatukan rakyat Indonesia. Efek lainnya adalah Wage ditangkap polisi militer Belanda gara-gara lagu itu.

Di usia yang masih muda, W.R. Supratman jatuh sakit dan tidak kunjung sembuh. Di saat terakhirnya, Wage mengatakan ikhlas berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Ia pun berujar suatu saat Indonesia pasti merdeka. Wage meninggal pada 17 Agustus 1938. Tujuh tahun kemudian, di tanggal kematiannya, ucapannya itu terbukti.

Walaupun Wage tidak sempat melihat kemerdekaan Indonesia, tetapi bukti cinta Tanah Air-nya melalui lagu “Indonesia Raya” tetap berkumandang hingga kini. Dan untuk menghormati W.R. Supratman, setiap tanggal kelahirannya, diperingati sebagai Hari Musik Nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...