Sejarah dan Lirik “Indonesia Raya” Tiga Stanza

74

Soloevent.id – “Indonesia Raya” merupakan lagu kebangsaan Republik Indonesia. Diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman atau W.R. Supratman, lagu ini pertama kali dikumandangkan saat Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.

Lagu “Indonesia Raya” sempat dilarang di era pemerintahan kolonial Belanda karena dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan (rust en orde) di tahun 1930. Saat Indonesia jatuh ke tangan Jepang, “Indonesia Raya” masih dilarang. Sampai akhirnya ketika Jepang kalang di Perang Pasifik, di akhir tahun 1944, dibentuklah kepanitiaan Lagu Kebangsaan. Hal ini dikarenakan beragamnya versi saat menyanyikan lagu kebangsaan yang terdiri dari tiga stanza.

Tiga tahun pascakemerdekaan Indonesia atau tepatnya 16 November 1948, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Penetapan Presiden No. 28 tahun 1948 terkait pembentukan Pantia “Indonesia Raya”. Panitia ini bertugas untuk mengatur tata cara dalam menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Sepuluh tahun kemudian, diterbitkanlah  Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1958 dan Lembaran Negara No. 72 Tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” oleh Kementrian Kehakiman  yang saat itu dipegang oleh GE Maengkom  dan  Perdana Menteri Ir. Juanda.

Selama lebih hampir 60 tahun, lagu “Indonesia Raya” yang terdiri dari tiga stanza hanya dinyanyikan pada stanza  pertama saja di setiap upacara bendera di sekolah dan stasiun penyiaran. Namun, sejak 2017, pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kebijakan baru terkait tata cara menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, yakni dinyanyikannya stanza kedua dan ketiga dalam helatan upacara dan stasiun penyiaran.

Kebijakan baru ini disosialisasikan sejak tahun ajaran baru 2017, tetapi dirilis secara resmi pada tanggal 28 Oktober 2017, tepat pada Hari Sumpah Pemuda.

Berikut ini lirik “Indonesia Raya” tiga stanza



Stanza I

Indonesia tanah airku

Tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

 

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru

Indonesia bersatu

 

Hiduplah tanahku

Hiduplah negriku

Bangsaku, rakyatku, semuanya

 

Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya

Untuk Indonesia raya

 

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negriku yang kucinta

 

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

 

Stanza II

Indonesia tanah yang mulia

Tanah kita yang kaya

Di sanalah aku berdiri

Untuk slama-lamanya

Indonesia tanah pusaka

P’saka kita semuanya

Marilah kita mendoa

Indonesia bahagia

 

Suburlah tanahnya

Suburlah jiwanya

Bangsanya, rakyatnya, semuanya

 

Sadarlah hatinya

Sadarlah budinya

Untuk Indonesia raya

 

Indonesia Raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negriku yang kucinta

 

Indonesia Raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia raya

 

Stanza III

Indonesia tanah yang suci

Tanah kita yang sakti

Di sanalah aku berdiri

M’njaga ibu sejati

Indonesia tanah berseri

Tanah yang aku sayangi

Marilah kita berjanji

Indonesia abadi

 

S’lamatlah rakyatnya

S’lamatlah putranya

Pulaunya, lautnya, semuanya

 

Majulah negrinya

Majulah pandunya

Untuk Indonesia raya

 

Indonesia raya

Merdeka, merdeka

Tanahku, negriku yang kucinta

 

Indonesia Raya

Merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia Raya