Soloevent.id – Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Kamis-Minggu (23-26/7/2026). Pameran museum keliling dengan tema Vijaya Jaladri Nusantara 2026 ini menampilkan koleksi unggulan museum, galeri seni, komunitas budaya, lembaga pendidikan, hingga pelaku ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia. Ada sebanyak 65 museum dari berbagai daerah yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Museum-museum tersebut diantaranya Museum Konperensi Asia Afrika (KAA) Bandung, Museum Penerangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Museum Song Terus Pacitan, Museum Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Museum Geologi Bandung, Museum DPR RI Jakarta, Museum Batik Pekalongan, Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo Jakarta, Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta, Museum Topeng Cirebon, Museum Gunung Merapi, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Institute Seni Indonesia Surakarta dan masih banyak yang lainnya.
Salah satu museum yang cukup menarik yaitu Museum Konperensi Asia Afrika Bandung yang mengenalkan tentang buku-buku sejarah maritim di Indonesia (jejak tinta pejuang diplomasi maritim Indonesia). Di museum ini pengunjung diajak mengenal salah satu tokoh bernama Mochtar Kusumaatmadja yang memperjuangkan konsep negara kepulauan dan kedaulatan maritim di Indonesia.

Lalu, ada dari Museum Song Terus Pacitan yang mengenalkan kisah seorang pelaut Austronesia yang mengenalkan teknologi pertanian yaitu Beliung dan Mata Panah. Di museum ini bisa mengenal pelaut Austronesia yang membawa budaya Maritim dan Agraria di Pacitan.
Selanjutnya dari Museum Penerangan TMII Jakarta mengenalkan tentang sejarah maritim Nusantara dari sudut pandang komunikasi dan Informasi. Misal terompet kerang merepresentasikan pesan yang dibunyikan, perahu menunjukkan informasi yang berlayar menjangkau masyarakat dan seragam juru penerang menghadirkan sosok manusia dibalik kerja penerangan.
Semenatara dari Kota Solo, ada Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang membawa replika kapal Jung Jawa (Jejak Perdagangan Nusantara). Kapal ini merupakan salah satu kapal dagang terbesar yang dimiliki Nusantara pada masa lampau. Replika kapal ini menjadi simbol kejayaan jalur perdagangan air. Bersama rempah-rempah dan hasil bumi yang dipamerkan, kapal ini mengingatkan bahwa air bukan sekedar bentang alam melainkan jalur yang membawa peradaban, perdagangan dan kebudayaan ke tanah Jawa.
Nah, Museum Keliling Indonesia memiliki tujuan sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan sejarah, budaya dan warisan Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk mereka yang mungkin tidak punya kesempatan untuk mengunjungi museum secara langsung. Selain itu kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman lebih seru belajar sejarah terutama untuk anak-anak sekolah.




