Tuesday, October 6, 2026
HomeSeni dan BudayaSolo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni pertunjukan dari dalam dan luar negeri yang memukau, Jumat (11/9/2026) di Pamedan Pura Mangkunegaran. Ada lima delegasi seni yang tampil memukau malam itu diantaranya Ayi Dance × Aries BM (Papua), Gigi Art of Dance (Jakarta), SyuRei By Ryukyu Art Embassy (Jepang), Compang Danzak (Jepang), Komunitas Seni Hitam Putih (Padang), dan Smara Tantra (Surakarta).

Acara pertunjukan dimulai dengan penampilan dari penampilan dari Ayi Dance Papua yang mebawakan karya berjudul “WIT”. Sebuah karya yang menjadi salah satu representasi tentang alam di Papua. Para delegasi seni papua menyuarakan isu tentang lingkungan sekarang ini. Dalam penampilannya diceritakan sebuah tanah papua yang mengalami kerusakan. Dimana ada simbol pohon yang terbakar dikelilingi teriakan manusia. Melalui “Wounded Indigenous Territory” (WIT), delegasi Papua berupaya menjembatani suara-suara yang selama ini teredam oleh hiruk-pikuk investasi dan kebijakan birokrasi.

Selanjutnya, panggung SIPA 2026 menghadirkan Gigi Art of Dance dari Jakarta dengan karya “ALIH”. Sebuah karya seni tari modern berjudul Study Laku. Sebuah karya seni yang  berbeda dimana menampilkan karya permainan interaktif dengan penonton. Sebuah permainan tanya jawab tentang kehidupan dimana para penonton yang diajak keatas panggung diberikan pertanyaan dan jawaban yang diberikan penonton akan dilakukan para penari.

Setelah penampilan dari Indonesia, SIPA 2026 kembali mempertemukan penonton dengan seni pertunjukan internasional. SyuRei by Ryukyu Art Embassy dari Jepang tampil membawakan karya “Okinawan Dance”. Ini merupakan delegasi dari salah satu pulau di Negara Jepang. Tarian ini menceritakan tentang sebuah kerajaan Ryukyu, 450 tahun yang lalu tepatnya pada abad 15-19. Sebuah budaya yang unik dengan berbagai tarian seperti tarian Koten Buyo atau Kyutei Buyo dan Zo Odori.

Masih dari Jepang, Company Danzak juga turut menghadirkan pertunjukan seni dengan judul “Tatara”. Karya ini menggambarkan tentang kekuatan, proses penempaan, serta warisan budaya Jepang. Rangkaian pertunjukan kemudian dilanjutkan oleh Komunitas Seni Hitam Putih dari Padang Panjang melalui karya “Tubuh Padang”. Karya tersebut membawa perspektif artistik dari Sumatera Barat ke panggung SIPA 2026. Tubuh menjadi medium untuk mengeksplorasi gagasan, identitas, serta pengalaman budaya yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk seni pertunjukan.

Sebagai salah satu penampilan penutup rangkaian pertunjukan hari kedua, Smara Tantra dari Solo menghadirkan karya “Ramayana Ngadonin Eling-Eling Shara Sargede”. Pertunjukan tersebut membawa kisah Ramayana ke dalam perspektif seni pertunjukan yang berkembang di Solo. Kehadiran karya ini menjadi representasi kuat dari kekayaan budaya lokal sekaligus memperlihatkan bagaimana cerita tradisional dapat terus dihidupkan melalui kreativitas seniman masa kini.

Rangkaian SIPA 2026 hari kedua kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para seniman dan kelompok seni sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam perhelatan seni pertunjukan internasional tersebut.

SIPA 2026 terus menunjukkan bahwa seni pertunjukan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai identitas budaya. Dari Papua hingga Jepang, dari Jakarta hingga Sumatera Barat dan Solo, setiap karya menghadirkan cerita dan perspektif yang memperkaya pengalaman penonton. Melalui panggung SIPA 2026, keberagaman tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan seniman, masyarakat, dan berbagai komunitas dalam semangat kolaborasi serta apresiasi terhadap seni pertunjukan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

More like this

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...