Wednesday, September 9, 2026
HomePameranTuangkan Tari Tradisional Indonesia ke Dalam Desain Interior

Tuangkan Tari Tradisional Indonesia ke Dalam Desain Interior

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia (TKMDI) kembali digelar. Ajang yang memamerkan karya mahasiswa Desain Interior dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali.  Di edisi keempatbelas, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menjadi tuan rumah. Kegiatan digelar selama tiga hari (18-20/9/2019) di Gedung Galeri ISI Surakarta Kampus II, Mojosongo.

Tiap penyelenggaraan, TKMDI selalu memiliki tema dan konsep yang berbeda. Tema yang dipilih diharapkan bisa merepresentasikan hard skill dan soft skill yang telah dicapai para peserta. Kali ini, tema yang dipilih adalah “Magis, Tarian Tradisional Nusantara”. Tema tersebut ingin mengangkat salah satu budaya Indonesia yang diaplikasikan melalui karya desain.

Ada puluhan karya dari 26 delegasi Himpunan Mahasiswa Desain Interior (HMDI) yang dipamerkan. Di lantai 1 terdapat karya-karya desain interior dalam bentuk jadi, seperti kerajinan kursi, meja, hiasan dinding, rak buku, dan banyak lagi.

Satu di antaranya berjudul “Serimpi” bikinan mahasiswa Universitas Tarumanegara. Oleh mereka, tari tradisional dari Yogyakarta itu dituangkan menjadi desain ruangan (tempat tidur). Dinding dan pilar ruangan dihias menggunakan motif kain yang biasa digunakan untuk menari Serimpi.

Salah satu mahasiswa Universitas Tarumanegara, Yuli, menerangkan hiasan interior ini dikerjakan selama satu bulan. “Sesuai tema yang ditentukan, tarian Serimpi ini kami implementasikan menjadi sebuah desain ruangan artistik yang mempunyai unsur budaya Indonesia. Walaupun tidak secara langsung, tapi tampilan seperti ini lebih memudahkan masyarakat untuk memahaminya,” ujarnya saat ditemui Soloevent.

Sementara di lantai 2 terdapat 22 karya yang masih berupa rancangan, misalnya maket 3D, video mapping, rancangan desain interior, dan lain-lain. Karya di lantai 2 bertema bebas. Seorang peserta pameran, Arbi Prasetyo dari ISI Surakarta, menjelaskan karya yang ditampilkannya adalah rancangan interior co-working space bergaya pop art di Semarang. “Ini kami buat semenarik mungkin agar mudah dipahami dan disukai masyarakat,” katanya.



TKMDI diadakan sebagai ajang studi banding antarmahasiswa. “Jadi, kami bisa bertukar pikiran tentang karya desain interior ini, apa yang kurang dari karya kami dan kami juga bisa menilai karya mereka,” ujar Zidan salah satu panitia Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia 14.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...