Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaBerat Kostum Solo Batik Carnival Capai 50 Kilogram

Berat Kostum Solo Batik Carnival Capai 50 Kilogram

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak Solo Batik Carnival bakal dimeriahkan dengan Grand Carnival. Peserta akan berjalan sekitar 3,8 kilometer dari Museum Radya Pustaka hingga Balai Kota Surakarta.

Tahu enggak, ternyata berat kostum Solo Batik Carnival enggak seenteng yang kamu duga. Koordinator Acara Solo Batik Carnival 2019 Ragowo Ade Kurniawan menjelaskan berat kostum mencapai 50 kilogram. Kenapa bobotnya besar? Karena kostum-kostum tersebut memakai rangka besi. Rangka besi diperlukan sebagai pondasi untuk menopang ornamen-ornamen di atasnya.

“Karena besi dirasa kuat untuk menahan terpaan angin, apalagi tinggi masing-masing kostum bisa mencapai tiga meter,” jelas Ade dalam talkshow di Radio Sevent, Sabtu (13/7/2019).

Ade menekankan bahwa semua kostum itu dibuat sendiri oleh peserta. Proses pembuatannya sekitar empat bulan. Selama proses itu, peserta dibekali dengan workshop setiap minggu. Kata Ade, SBC menuntut pesertanya untuk menciptakan kostum sendiri agar kreativitas  mereka terasah.

Kostum karnaval tersebut dibikin dengan bujet rata-rata satu juta Rupiah. “Meski dengan biaya enggak mahal, kostum bisa menjadi bagus kalau kamu tahu cara meng-create-nya,” terangnya.

Lalu, apa yang membedakan SBC dengan kostum karnaval sejenis?

Selain pemakaian batik, kostum tematik yang dibuat dari tahun ke tahun adalah pembeda dengan event karnaval lainnya. “Motif dan desainnya pastinya berbeda dari tahun ke tahun karena menyesuaikan temanya,” tambah Ade.



Di edisi keduabelasnya, Solo Batik Carnival bakal mengusung tema “Suvarnabhumi: The Golden of ASEAN”. Kostum  bakal dihiasi ciri khas dari sebelas negara di Asia Tenggara.

Ada sebelas kelompok yang tampil pada Grand Carnival SBC 2019, 27 Juli mendatang. Mereka adalah “Wonderful Indonesia”, “The Green Heart of Brunei”, “Kay Ganda Philippines”, “Kingdom of Wonder Kamboja”, “Be Accented Myanmar”, “Malaysia Truly Asia”, “Vietnam Timeless Charm”, “Great Adventure Timor Leste”, “Simply Beautiful Laos”, “Uniquely Singapore”, dan “Amazing Thailand”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....