Thursday, October 15, 2026
HomeSeni dan BudayaPertama Kalinya Solo Batik Carnival Angkat Tema di Luar Indonesia

Pertama Kalinya Solo Batik Carnival Angkat Tema di Luar Indonesia

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Jika sebelas edisi sebelumnya Solo Batik Carnival (SBC) mengangkat tema seputar Indonesia, tahun ini SBC mengusung tema yang lebih global, yakni “Suvarnabhumi: The Golden of ASEAN”. Nantinya, kostum-kostum SBC XII bakal menampilkan ciri khas sebelas negara di Asia Tenggara, tentunya dengan balutan batik.

Ketua Yayasan Solo Batik Carnival Lia Imelda menjelaskan bahwa tahun ini adalah pertama kalinya SBC mengambil tema di luar Indonesia. Langkah tersebut dipilih untuk mengenalkan Kota Solo ke level internasional. “Tujuannya untuk mempererat hubungan dengan negara-negara ASEAN. Kita mengapresiasi budaya mereka dalam balutan batik. Pastinya mereka akan senang,” jelas Lia saat berbincang dengan Soloevent, Kamis (13/7/2019).

Lia mengabarkan pihaknya telah mengundang empat negara sahabat di Asia Tenggara untuk datang ke Grand Carnival SBC XII, 27 Juli mendatang. “Namun, belum dipastikan mereka hadir atau tidak,” sambungnya.

SBC 2019 akan diikuti oleh 150 peserta . Mereka akan dibagi dalam sebelas defile. Masing-masing kelompok diisi 11-15 orang. Sebelas defile SBC 2019 yaitu “Wonderful Indonesia”, “The Green Heart of Brunei”, “Kay Ganda Philippines”, “Kingdom of Wonder Kamboja”, “Be Accented Myanmar”, “Malaysia Truly Asia”, “Vietnam Timeless Charm”, “Great Adventure Timor Leste”, “Simply Beautiful Laos”, “Uniquely Singapore”, dan “Amazing Thailand”.

Menurut Perwakilan Yayasan Solo Batik Carnival Susanto, kostum karnaval tersebut dibikin selama empat bulan oleh anak didik  Yayasan Solo Batik Carnival. Selama empat bulan itu mereka mengikuti workshop dan melakukan penelitian dari segi budaya.



“Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Surakarta, mereka mengikuti workshop dan melakukan riset budaya untuk masing-masing karya. Desainnya juga mereka sendiri yang membuat dibantu oleh para instruktur,” ungkapnya saat jumpa pers di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...