Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaDi Solo, Hari Tari Dunia Digelar 24 Jam Nonstop

Di Solo, Hari Tari Dunia Digelar 24 Jam Nonstop

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sudah menunggu Solo 24 Jam Menari? Tahun ini, pergelaran tari akbar tersebut bakal diadakan lagi di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarata, 29-30 April 2019. Acara ini diadakan untuk merayakan Hari Tari Dunia, yang diperingati setiap 29 April.

Seperti apa, sih, persiapannya sejauh ini? Ditemui SoloEvent di Sekretariat Solo 24 Jam Menari, Kamis (18/4/2019), Koordinator Acara Solo 24 Jam Menari R. Danang Cahyo menjelaskan bahwa persiapan acara sudah mencapai 75%.

Hingga berita ini ditulis, ada 191 peserta yang dipastikan tampil, Para peserta diberi kebebasan ingin membawakan tarian apa, entah itu tari tradisional, kesenian rakyat, pementasan anak, atau tari modern.

Di edisi kali ini yang bertema “Gegara Menari”, banyak kaum milenial yang bakal tampil. Nantinya, anak-anak muda tersebut bakalan dididik tidak hanya pada sisi tradisinya saja, tapi juga diarahkan pada inovasi dan kreativitas.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, event ini tetap menampilkan sosok-sosok penari yang akan menari selama satu hari penuh. Tahun ini, jumlah penari 24 jam lebih banyak, yaitu enam orang. Mereka bakal menari dari pukul 06.00 WIB pada 29 April hingga jam yang sama di keesokan harinya.

“6 penari itu ada 2 dari Solo yang merupakan staff pengajar ISI Surakarta, 1 dari Kalimantan, 1 dari Yogyakarta, 1 dari Bali, dan 1 dari Bandung. Masing-masing penari ini akan membawakan 2 karyanya,” ujar Danang.

Saat beraksi, para penari 24 jam bakal didampingi tim pemantau yang akan mengawasi kondisi mereka selama 24 jam, Tim tersebut mengecek kondisi fisik, jadwal latihan, hingga intensitas tubuhnya.

Kalau penasaran seperti apa Solo 24 Jam Menari, kamu bisa datang mulai dari acara pembukaan di halaman Rektorat ISI Surakarta, sampai penutupan di Teater Kapal ISI Surakarta.



Ketua Umum Solo 24 Jam Menari 2019 Eko Supriyanto alias Eko Pece mengatakan tema “Gegara Menari” dipilih dengan harapan agar tari dapat membangun kesatuan dan kerukunan di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...